Pancaroba Berpotensi Menambah Kasus Covid-19

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang Fidiyatun
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang Fidiyatun. (AFIFUDIN/ JOGLO JATENG)

PEMALANG – Musim pancaroba merupakan musim peralihan antara musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Suhu udara dan cuaca yang tak menentu di musim pancaroba, dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya berbagai penyakit. Keadaan ini juga berimbas pada peningkatan risiko penularan Covid-19.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang Fidiyatun menjelaskan, bahwa dalam cuaca yang tidak stabil ini masyarakat dihimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga mengkonsumsi makanan yang bergizi dan rajin berolahraga.

“Patuhi protokol kesehatan, makan makanan yang bergizi serta rajin berolahraga supaya imunitas tubuh kita meningkat supaya virus tidak gampang masuk ke tubuh,” ungkap Fidi.

Dinas kesehatan selaku koordinator sosialisasi dan monitoring evaluasi (Monev) protokol kesehatan sesuai dengan Perbup no 45 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 hanya melakukan tugas sesuai tupoksinya. Yakni melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi yang menjadi sub koordinasi di bidangnya masing-masing.

“Kita sebagai koordinator ditugaskan untuk bermitra dan kolaborasi dengan OPD terkait sesuai dengan bidangnya masing-masing,” imbuhnya.

Sebagai koordinator yang sifatnya monitoring dan evaluasi, Fidi menjelaskan bahwa tidak diberi kewenangan untuk memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Melainkan hanya sekedar sosialisasi, monitor dan evaluasi.

Dalam hal sosialisasi monitoring dan evaluasi, pihaknya telah melakukan sosialisasi gabungan dengan melibatkan OPD selaku sub koordinasi di bidangnya. Sosialisasi dilakukan di tempat-tempat strategis sesuai rekomendasi dari usulan masing-masing wilayah, mulai dari pasar, sekolah, pesantren dan tempat wisata.

Fidi menambahkan, dengan kerja kolektif semacam itu tentunya bisa mempermudah  pemerintah untuk bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat. Namun hal itu tidak serta-merta menjadikan proses ini tanpa kendala.

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dimusim pancaroba dan pandemi ini menjadi kendala yang sampai saat ini kita hadapi. Sehingga yang terjadi masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan.

“Masyarakat kita itu banyak yang belum paham betapa bahayanya kondisi yang sedang kita hadapi. Dengan hal ini tentunya kami akan lebih kerja ekstra untuk mengedukasi masyarakat”, pungkasnya. (cr1/fat)