SLEMAN, Joglo Jogja – Harga gula pasir di wilayah Kabupaten Sleman terpantau mengalami lonjakan harga sejak beberapa pekan ini. Terbaru, harga gula pasir di wilayah Bumi Sembada berkisar di Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram. Padahal, bulan lalu harga gula masih berkisar di angka Rp 12.000.
Menyikapi hal itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman untuk menambah kuota gula pasir dan menambah reduksi biaya distribusi saat digelarnya pasar murah di 17 kapanewon pada pertengahan November 2023 mendatang. Diharapkan dengan upaya tersebut, harga gula pasir yang saat ini terus merangkak naik, bisa ditekan.
“Dalam rapat terbatas saya sampaikan untuk solusi cepatnya kami tambah dulu kuota gula pasir di pasar murah yang akan kita lakukan di tiap kapanewon itu. Awalnya per kapanewon itu 1,2 ton, kami tambah menjadi 2 ton. Adanya reduksi biaya distribusi yang kita berikan sehingga harga jual bisa jauh di bawah harga pasar,” terangnya, Senin (6/11).
Kustini menyebut, variasi jenis gula serta berbagai merek penyedia memang sangat banyak yang beredar. Sehingga nantinya dibutuhkan koordinasi lebih lanjut untuk menentukan langkah yang diambil termasuk dalam pelaksanaan pasar murah mendatang.
“Karena kondisinya seperti itu, nanti kita lihat bagaimana perkembangan langkah yang kita lakukan ini dan kita tentu ada evaluasi juga. Sudah turun atau belum, dan kalau belum kita akan berikan intervensi seperti apa lagi. Kira-kira seperti itu,” imbuhnya.
Terkait dengan kebutuhan gula pasir bagi pelaku UMKM, Kustini menyebut, pelaku UMKM dapat mengakses gula pasir dengan harga murah melalui pasar murah di tiap kapanewon. Dengan kuota reduksi biaya yang telah ditambah, dirinya berharap hal itu dapat membantu masyarakat yang membutuhkan gula pasir dengan harga murah.
“Sementara intervensinya lewat pasar murah, dan para pelaku UMKM bisa datang kesana. Mudah-mudahan dengan kuotanya ini kita tambah, cukup untuk masyarakat dan terutama pelaku UMKM kami. Serta kita harap harganya segera stabil,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti mengaku, saat ini harga gula pasir di pasar terus merangkak naik dan mencapai Rp16.000an per kilogram. Harga itu semakin meninggi saat berada di tingkat pengecer.
“Harga di pasar sekitar Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Sampai pengecer bisa lebih tinggi. Bisa sampai Rp17.000. Harga gula pasir yang tinggi ini dikarenakan saat ini pasokan gula pasir mengandalkan dari Jawa Timur, karena produksi pabrik gula di Madukismo sudah selesai,” katanya.
Untuk itu, Disperindag Sleman telah merencanakan menggelar pasar murah pada pertengahan November mendatang di 17 Kapanewon. Selain itu, pasar murah yang akan lebih fokus pada penstabilan dan ketersediaan stok beras dan gula pasir akan digelar jelang libur Natal dan Tahun Baru 2024 mendatang.
“Untuk teknis sedang kami koordinasikan. Terkait harga gula pasir yang akan dijual di pasar murah, kami juga koordinasikan dengan Bulog. Biasanya kami jual lebih murah Rp2.000 dari harga pasaran. Sebab, ada reduksi biaya distribusi yang kami lakukan,” tutupnya. (bam/all)










