Pamerkan Fasad Bangunan Rumah Tua Pecinan Semarang

SUASANA: Salah satu pengunjung saat menikmati pameran lukisan Buah Tangan #29 Rupa Muka Pecinan Semarang oleh Yehezkiel Cyndo di Grobak Art Kos Hysteria Semarang, Kamis (23/11/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEBANYAK 65 lukisan menggambarkan fasad rumah tua di Pecinan Semarang terpajang rapi di tembok Grobak Art Kos Hysteria Semarang. Lukisan karya dari Seniman Yogyakarta Yehezkiel Cyndo ini bisa dinikmati masyarakat umum sejak 18 hingga 30 November 2023 mendatang.

Sang pelukis, Yehezkiel Cyndo mengaku, lukisan yang dipajang itu sebenarnya adalah hasil scan dari lukisan asli yang ia lukis di atas postcard atau kartu pos. Cyndo, sapaan akrabnya menjelaskan, 65 kartu pos itu bermula dari projek salah satu komunitas sketchers di Jakarta. Ia yang lama menetap di Kota Semarang kemudian tertarik untuk mengangkat sejarah Pecinan yang menurutnya sangat menarik.

“Yang ingin saya ceritakan dalam lukisan itu bahwa bangunan dari pecinan khususnya. Muka dari sebuah bangunan di Pecinan itu menarik sekali. Banyak potensi yang bisa kita angkat di Pecinan,” katanya pada Joglo Jateng melalui sambungan telfon, Kamis (23/11/23).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa awalnya hanya terdapat 61 karya yang berasal dari project kartu pos komunitas Heritage and Sketch di Jakarta. Namun, setelah pihak Hysteria mengajak dirinya untuk terlibat dalam pameran, Cyndo akhrinya menambah 4 karya sebagai penggenap project ini.

“(Sebanyak, Red.) 61 dari postcard project-nya komunitas Heritage and Sketch, 4-nya sebagai pertanda bahwa ini harapannya akan berlanjut. Karena memang rencananya season ini akan dilanjut untuk ke season selanjutnya,” ungkap Cyndo.

Sementara itu, Program Manager kolektif Hysteria, Purna Cipta menyampaikan, dipilihnya Yehezkiel Cyndo untuk memamerkan kartu pos tentang Pecinan sebagai tema pameran kali ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, Cyndo memang memiliki irisan kepentiangan dengan isu-isu yang memang menjadi perhatian dari Hysteria.

“Mas Cyndo beririsan dengan isu kota, dan kami memang pada buah tangan edisi ke-29 ini mencari seniman yang sekiranya memiliki singgungan isu seperti nafas Hysteria,” ucapnya.

Hal tersebut kemudian memantik Hysteria untuk mengajak Cyndo lantaran dapat menggambarkan perbedaan Pecinan dulu dan sekarang. Purna berharap, ini kemudian bisa menjadi dialog yang bergulir dalam diskusi.

“Bisa mengulik lebih dalam, seperti misalnya bentuk dasar bangunan tersebut, indikasi tahun dibangun. Hingga perubahan-perubahan yang terjadi yang turut merepresentasikan keadaan,” tandasnya. (luk/mg4)