Kudus  

Disbudpar Kudus Pastikan Koleksi Fosil Terawat

koleksi fosil purba
LANGKA: Petugas Museum Patiayam membersihkan koleksi fosil purba. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus melibatkan tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran untuk melakukan konservasi dan pendataan fosil purba yang menjadi koleksi di Museum Patiayam. Hal ini dilakukan guna menjaga kondisi koleksi fosil yang disimpan.

“Konservasi dan pendataan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk memastikan kondisi fosil purba terawat dengan baik,” Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Lilik Ngesti Widiasuryani, beberapa waktu lalu.

Selain itu, personel yang bertugas di Museum Patiayam juga mendapatkan pelatihan untuk teknis konservasi. Mulai dari tata cara penyambungan fosil yang tidak utuh serta tata cara menyusun deskripsi setiap fosil purba yang dimiliki museum.

Keberadaan tim dari BPSMP Sangiran ini diharapkan mampu memberi peningkatan kompetensi pegawai di Museum Patiayam. Kualitas sumber daya manusia yang bertugas di museum memang perlu ditingkatkan. Hal ini dikarenakan koleksi fosil purba semakin bertambah dari hasil temuan masyarakat dari kawasan Situs Patiayam.

Saat ini, Museum Patiayam memiliki koleksi fosil sekitar sepuluh ribu. Barang bersejarah ini kebanyakan ditemukan oleh warga setempat. Dari ribuan koleksi fosil tersebut meliputi 16 macam spesial hewan purba, mulai dari gajah, banteng, kijang, hingga hewan laut.

Di antaranya, ada fosil Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp. (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), Rhinoceros Sondaicus (badak), Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp. (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), Bos Banteng Alaeosondaicus, Crocodilus sp (buaya) serta kapak genggam atau chopper.(ara/akh)