BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul menyebutkan ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) di akhir tahun masih aman. Dengan perputaran setiap bulannya sebesar 900 hingga 1.100.000 tabung.
Kepala DKUKMPP Bantul Agus Sulistiyana mengatakan, ketersediaan LPG masih sangat banyak atau lebih dari mencukupi. Berdasarkan dari PT. Pertamina, setidaknya ada 33,390 metrik ton atau 11.130.000 tabung yang saat ini tersebar di Bantul.
“Sedangkan untuk rata-rata penyaluran tiap bulannya sebanyak 900 ribu sampai 1.100.000 tabung. Lalu, realisasi penyaluran sampai dengan November 2023 lalu yaitu 35,461 metrik ton atau 11.820.400 tabung,” ungkapnya.
Menurutnya, dari jatah LPG yang dialokasikan oleh Pertamina ke masyarakat dalam kondisi terkendali, bahkan masih sisa. Dirinya menegaskan, jika melihat dari realitas di pasaran saat ini, ketersediaannya masih sangat banyak.
“Jadi kami sampaikan, belum ada indikasi akan terjadinya kelangkaan LPG. Terutama di penghujung 2023 ini,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pihaknya belum bisa memberikan keterangan. Hal itu dikarenakan belum mendapatkan informasi dari pihak Pertamina.
“Namun kami meyakini masih mencukupi. Karena BBM ini kebijakan dari pemerintah pusat. Sehingga tidak akan terjadi kekurangan di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun di Bantul,” pungkasnya.(cr13/sam)










