SEMARANG, Joglo Jateng – BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memberikan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Tengah (Jateng). Menurut prakiraan BMKG, cuaca ekstrem terjadi hingga 4 Januari 2024 di sejumlah wilayah Jateng. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengungkapkan, cuaca ekstrem disertai hujan lebat dan angin kencang ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jawa Tengah (Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa).
Faktor lain, lanjutnya, aktifnya gelombang atmosfer rossby ekuator di sekitar Pulau Jawa, terdapat daerah belokan angin di sekitar wilayah Jateng. Serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jateng.
“Kondisi di atas menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah selama periode 2 hingga 4 Januari 2024,” ujarnya pada Joglo Jateng, Rabu (3/1/24).
Dengan peringatan dini ini, BMKG Ahmad Yani mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2024. Sebab berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Adapun bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan. Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.
“Mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ungkap Yoga.
Lebih lanjut, dia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini. Masyarakat diimbau mengakses prakiraan cuaca melalui website maupun media sosial BMKG. (luk/gih)










