Selain kawasan yang masih alami dan juga kehidupan warga yang tetap terjaga serta menjaga tradisi, ada satu lagi magnet yang menjadi daya tarik Desa Menawan yang berada Kecamatan Gebog Kudus. Yaitu buah khas Durian Kastubi.
Durian Kastubi merupakan satu-satunya durian yang hanya ada di Desa Menawan. Pasalnya penamaan Kastubi berasal dari nama pemilik pohon yaitu Kastubi, warga Desa Menawan. Pohon durian Kastubi yang terletak di belakang pekarangan rumahnya ini memiliki usia 100 tahun lebih.
Menurut keterangan putra Kastubi, Yulianto, penanaman pohon durian Kastubi ini bukan menggunakan stek ataupun pohon. Akan tetapi langsung dari bijinya. Hal inilah yang membuat pohon durian bisa hidup lebih lama.
“Saya diamanahi almarhum bapak untuk merawat satu-satunya pohon durian Kastubi ini. Karena usianya juga sudah lama sekali. Maka rencananya nanti tetap ada duplikasi,” ungkapnya kepada Joglo Jateng di sela-sela memetik buah durian.
Berbeda dengan buah durian lainnya, durian Kastubi memiliki ukuran buah yang terbilang kecil. Akan tetapi, melalui aroma yang pekat dan rasa durian lokal yang manis dan legit itu membuat lidah pecinta durian akan dimanjakan. Bahkan pelanggan durian Kastubi sudah mencapai luar kota.
“Kami sistemnya sementara ini pre order. Kami juga sering berkolaborasi dengan pemdes jika ada yang ingin berkunjung langsung ke kebun,” ujarnya.
Menurutnya, rentang Oktober hingga Desember adalah surganya para pecinta buah durian. Karena buah durian sudah memasuki musim panen dan kuantitas serta kualitas durian yang dihasilkan sedang pada titik terbaik.
Lebih jelas, Yuli menjelaskan, pada 2023 panen durian cenderung menurun. Dikarenakan musim panas yang berkepanjangan. Dulu, saat musim hujan normal durian Kastubi bisa memanen hingga 1.000 buah dalam satu pohon.
“Jumlahnya tentu menurun di tahun ini karena musim hujan tak kunjung datang. Bahkan dalam satu pohon Kastubi hanya terdapat 250 buah,” jelasnya.
Akhir-akhir ini, pihaknya mengaku hanya mencapai 30 hingga 50 buah sekali panen. Kata Yuli, curah hujan sangat memengaruhi hasil panen. “Terlalu banyak hujan tidak baik. Terlalu sering panas juga tidak baik,” tandasnya.
Terkait harga, Durian Kastubi bisa dibeli dengan rentang Rp 30 hingga Rp 50 ribu. Tergantung ukuran durian yang ditawarkan.
“Semakin besar ukurannya tentu semakin mahal. Yang paling penting adalah masyarakat perlu tahu kalau durian Kastubi memilili kulit tipis dengan daging tebal dan biji kecil. Sehingga meski ukurannya kecil tetap bisa memuaskan,” bebernya.
Yulianto berharap, satu-satunya durian Kastubi ini bisa dikembangkan lagi. Meskipun prosesnya lama. Dari penanaman, pengecekkan semuanya harus rutin.
Dalam kesempatan itu, Camat Gebog, Fariq Mustofa mengungkapkan, sedang mengusahakan terkait klaim buah Durian di Menawan. Pihaknya ingin mengembangkan potensi lokal dengan membuka kunjungan dari masyarakat Kudus maupun luar daerah.
“Menawan ini banyak sekali potensi wisata alam dan budayanya. Termasuk Durian Kastubi ini yang rasanya legit nikmat. Maka kita selalu membuka kunjungan kepada masyarakat yang ingin dolan menawan,” ungkapnya. (cr8/fat)










