SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat sudah menyiapkan skema penataan bagi para pedagang jika revitalisasi Pasar Godean rampung. Penataannya akan menerapkan sistem zonasi yang disesuaikan dengan jenis komoditas barang yang dijual.
Sekretaris Disperindag Sleman Tina Hastani mengatakan, penataan pedagang akan dibagi di beberapa lantai. Lantai satu untuk pedagang yang menjual komoditas basah seperti sayur, buah-buahan, hingga daging.
“Untuk lantai dua akan digunakan penjual kerajinan, aksesoris, dan kuliner. Juga untuk pedagang peralatan pertanian, hingga tempat ibadah. Sementara lantai tiga untuk kantor,” katanya, Minggu (24/3/24).
Penempatan zonasi di pasar itu juga telah disesuaikan dengan desain awal. Pasalnya untuk para pedagang basah ditempatkan pada los yang dekat dengan saluran air, agar lebih mudah untuk keperluan pelapak.
“Jumlah pedagang yang akan menempati bangunan baru nanti sebanyak 1.837. Jumlah tersebut tidak akan bertambah maupun berkurang karena sudah dikunci oleh Kementerian Perdagangan,” tegasnya.
Dinas terkait telah menargetkan, Revitalisasi pasar Godean selesai Mei. Namun, untuk kepastian para pedagang bisa menempati lokasi baru belum bisa dipastikan. Karena masih ada tahap administrasi, pembangunan lahan parkir, serta pelimpahan dari Kementerian PUPR kepada Pemkab Sleman.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, Pasar Godean akan dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir yang dapat menampung seribu lebih kendaraan. Roda empat seperti mobil dan bus 150 unit sementara sepeda motor sekitar 400 sampai 600 unit.
“Harapannya, wajah baru Pasar Godean tidak sekadar menjadi pusat perbelanjaan. Namun juga sekaligus menjadi lokasi wisata religi, mengingat adanya Makam Mbah Jembrak yang keberadaannya tetap dipertahankan sampai sekarang,” tandasnya. (bam/abd)










