BULAN Ramadan memang membawa berkah. Tak terkecuali bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Pati yang memproduksi kue kering ini.
Mereka kebanjiran orderan selama Ramadan 1445 H ini. Kue yang diproduksi oleh belasan narapidana itu terbilang cukup diminati masyarakat di Bumi Mina Tani. Mengingat sudah tahun ketiga ini mereka membuat jajanan lebaran.
Kue yang dibuat pun beraneka macam. Mulai dari nastar hingga pastel. Kue-kue yang dikemas dalam toples yang diberi label “Pas_ti SAE Cake & Bakery” itu diproduksi di Ruang Kegiatan Tata Boga Lapas Pati.
Para warga binaan tampak cekatan dan memiliki tugas masing-masing. Ada yang membuat adonan nastar dan pastel. Kemudian ada yang memasukkan isian selai dalam adonan nastar dan isian abon dalam adonan pastel. Ada pula yang bertugas memasak adonan di tungku oven.
Kasi Pembinaan Narapidana, Anakdidik, dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Pati, Eko Budihartanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan banyak pesanan selama Ramadan ini. Baik pesanan dari instansi pemerintahan, perusahaan, maupun masyarakat umum.
“Pesanan yang masuk sudah sebanyak 1.850 toples lebih. Sedangkan dalam sehari, warga binaan bisa produksi lebih dari 100 toples,” ungkapnya.
Harga kue kering itu dibandrol Rp 29 ribu tiap toplesnya. Kue-kue yang dijual itu juga sudah berizin edar. Seperti ada izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan juga bersertifikat Halal.
Dari hasil penjualan itu, para napi mendapat bagian premi. Proporsinya untuk premi sebesar 50 persen. Rinciannya, 10 persen untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 20 persen untuk modal bahan baku, dan 20 persen untuk alat produksi.
Narapidana Pemuka Kegiatan Kerja di Lapas Pati, Karji mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan pembinaan kemandirian berupa pembuatan kue kering ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa bermanfaat sebagai bekal ketika nanti sudah kembali ke masyarakat.
“Misalnya besok kami telah menyelesaikan masa pidana di Lapas Pati dan kembali ke masyarakat, kami sudah punya bekal untuk mencari penghidupan yang baru,” ujarnya. (lut/adf)










