Pati  

SMP Negeri di Pati Diduga Wajibkan Siswa Beli Seragam Rp 2 Juta di Toko Tertentu, DPRD Turun Tangan

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Salah satu SMP Negeri di Kabupaten Pati diduga terlibat proyek seragam sekolah. Dugaan ini bermula dari aduan yang diterima Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo mengaku mendapatkan aduan terkait salah satu SMP negeri di Kecamatan Pati Kota yang diduga menunjuk pihak ketiga untuk memonopoli pengadaan seragam sekolah. Pihaknya pun bakal menindaklanjuti adanya laporan tersebut.

“Rabu (8/7/2026) kami dapat konfirmasi tentang seragam sekolah dikondisikan pihak sekolah. Memang sekolah tidak menyediakan. Tapi dia menunjuk toko atau salah satu pihak ketiga agar siswa beli di sana,” ungkapnya.

Dalam aduan itu, Bandang menyebut harga seragam SMP tembus hingga Rp 2 juta. Namun, dirinya tak menyebutkan nominal sebesar itu untuk satu setel seragam atau keseluruhan seragam yang dibutuhkan siswa baru.

“Itu aduan masyarakat. Mereka WA kami. Akan kami cek kebenarannya. Kami dengar itu Rp 1,5 juta, ada yang sampai Rp 2 juta. Ini memberatkan masyarakat di situasi yang tidak baik-baik saja,” ucapnya.

Pihaknya pun bakal menyelidiki dugaan SMP negeri di Pati yang diduga main proyek pengadaan seragam sekolah. Jika memang benar, pihaknya siap menindak dan mengundang pihak SMP untuk memberikan keterangan.

“Kami akan cek ke dalam kebenarannya seperti apa. Kalau benar kita akan undang pihak sekolahnya. Karena kota sudah sepakat tidak ada tarikan dalam bentuk apa pun,” terangnya.

Legislator dari PDIP itu pun berharap praktik semacam ini tak terjadi. Jika memang ada modus semacam tersebut di SMP negeri, maka patut diduga sekolah main proyek.

“Kami berharap sekolah hanya memberikan gambaran, seperti ini lho. Biar masyarakat ada standarnya dan mereka bikin sendiri. Kalau diwajibkan harus beli di toko ini, berarti ada yang tidak baik. Kami dapat informasi SMP di salah satu Pati Kota,” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdikbud Pati, Fauzin Futiarso mengaku belum mengetahui dugaan SMP negeri di Pati main proyek seragam sekolah. “Saya kurang paham. Saya sedang di Jakarta,” jawabnya singkat kepada wartawan lewat pesan WhatsApp. (lut/fat/rds)