KUDUS, Joglo Jateng – Masa libur sekolah dimanfaatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kudus untuk menghadirkan berbagai kegiatan edukatif agar masyarakat, khususnya pelajar, dapat mengisi waktu liburan dengan aktivitas yang bermanfaat.
Selain menyediakan paket membaca, perpustakaan juga menyiapkan konsep wisata edukasi, kelas menggambar, hingga berbagai kegiatan rutin yang dikemas lebih menarik selama liburan.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kudus, Mutrikah mengatakan, perpustakaan ingin menjadi alternatif rekreasi yang murah sekaligus menambah wawasan. Jadi, kata dia, bagi masyarakat atau para pemustaka yang ingin memanfaatkan waktu luangnya bisa datang ke perpustakaan.
“Jadi mereka tidak membuang waktunya dengan sia-sia. Atau saya juga berpikir bahwa ketika mereka libur tidak usah pakai uang, mereka bisa rekreasi. Mau mengambil paket baik membaca maupun paket wisatawan di sini kita siapkan,” ujarnya.
Tak hanya program kegiatan, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan pengunjung. Tahun ini, perbaikan fasilitas gedung mulai dilakukan agar ruang baca menjadi lebih nyaman.
“Bagaimana menyiapkan tempat, kemudian buku-bukunya yang ketika dibaca itu juga bersih, menyenangkan. Ketika datang mereka juga disambut dengan suasana yang nyaman,” katanya.
Selain memperbaiki fasilitas, perpustakaan juga menghadirkan beragam kegiatan komunitas dan memperpanjang jam layanan hingga pukul 19.00 WIB pada hari kerja. Berbagai aktivitas seperti kelas bahasa Inggris, merajut, bimbingan penulisan, hingga pembuatan kerajinan pipe cleaner menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.
Mutrikah mengatakan peningkatan fasilitas akan terus dilakukan. Termasuk rencana menghadirkan kafetaria dan area baca luar ruangan.
“Harapan kami akan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di perpustakaan ini. Apalagi nanti doakan juga tahun depan kita fasilitasi dengan ada kafetarianya. Kemudian nanti tidak hanya bisa membaca di dalam ruangan, tapi juga membaca di outdoor,” harapnya.
Menurutnya, perpanjangan jam operasional dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat Kudus. Sebab, banyak dari mereka bekerja hingga sore hari.
“Kita mencoba untuk membuka jam-jam lembur sehingga bisa memfasilitasi masyarakat. Saya tetap optimis dan semangat ketika teman-teman habis kuliah harapan kita bisa ke sini,” pungkasnya. (uma/fat/rds)










