PATI, Joglo Jateng – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati semakin parah.
Hancurnya ekosistem mangrove di kawasan pesisir dan jebolnya tanggul dinilai memperparah musibah banjir ini.
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto pun ikut menanggapi persoalan ini.
Pihaknya akan membahas secara internal terkait penanganan banjir di Tunggulsari tersebut.
“Nanti kita sampaikan ada beberapa daerah, termasuk Tunggulsari itu. Nanti akan kita tinjau,” katanya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait hal tersebut. Khususnya perbaikan tanggul di pesisir Tunggulsari yang mengalami kerusakan.
“Paling tidak nanti kita mintakan ke DPU dan Pak Bupati. Tapi bantuan dari pusat otomatis,” terangnya.
Dirinya belum mengetahui apakah keuangan daerah mampu memperbaiki tanggul rusak tersebut.
Namun jika tidak memungkinkan, maka akan diupayakan perbaikan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“BPBD juga punya anggaran juga. Dana-dana tak terduga untuk bantuan yang secara mendadak bisa. Mungkin juga dari provinsi atau pusat,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tanggul di Tunggulsari jebol hingga panjang 110 meter.
Warga sebenarnya sudah pernah secara swadaya memperbaiki tanggul tersebut pada 2025 lalu. Namun, karena hantaman ombak yang kuat, tanggul kembali jebol pada Januari 2026. (lut/fat/rds)










