PATI, Joglo Jateng – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pati masih tertinggal di Arab Saudi. Kondisi itu lantaran jemaah haji tersebut sedang sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Madinah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Kabag Kesra Setda) Kabupaten Pati, Munadi, saat menyampaikan laporan di acara Tasyakuran Haji Kabupaten Pati 1447 H/2026 dan Peringatan Tahun Baru 1448 H di Pendopo Pati.
Ia menyebut, jemaah haji yang tertinggal itu tengah dirawat di King Fahd Hospital Madinah.
“Dari 1.274 jemaah haji yang diberangkatkan, dua orang wafat di Arab Saudi dan satu orang sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit King Fahd,” katanya.
Ia menjelaskan, semula jemaah haji Pati berjumlah 1.275 orang. Namun, seorang dinyatakan tidak dapat berangkat lantaran sakit saat pemeriksaan sebelum pemberangkatan di embarkasi.
“Saat ini jemaah haji yang pulang sebanyak 1.271 orang. Mereka tergabung dalam tujuh kloter, yakni SOC 43, SOC 49, SOC 50, SOC 51, SOC 52, SOC 53, dan SOC 72,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Umi Isti’anah menjelaskan, jemaah haji yang masih dirawat di Madinah yakni Sakijah asal Kecamatan Margoyoso.
Perempuan berusia lebih dari 70 tahun itu masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Ia menyebut sampai saat ini perawatan intensif masih dilakukan di rumah sakit King Fahd.
Sebelumnya, Sakijah yang merupakan jemaah Kloter 50 sempat dibawa ke rumah sakit terdekat dari Masjid Nabawi sebelum dirujuk ke King Fahd.
“Kami tidak menyangka, beliau sehat-sehat saja saat berangkat ke masjid. Jalan kaki bersama jemaah lain dan tidak pakai kursi roda,” ujarnya.
Sampai saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan jemaah haji tersebut. Dirinya pun berharap kondisinya segera membaik dan bisa dipulangkan ke Tanah Air.
Adapun selama dalam perawatan di Madinah, Sakijah diurus oleh Kantor Urusan Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.
Termasuk ketika nanti kondisinya membaik, pengurusan pemulangan juga akan ditangani oleh KJRI. (lut/fat/rds)










