SLEMAN, Joglo Jogja – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman meminta agar aparatur sipil negara (ASN) tidak memihak kepada para petahana di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu disampaikan lantaran tahap Pilkada sudah mulai berjalan.
Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, dalam tahapan Pilkada 2024, para ASN juga diingatkan untuk tidak memihak kepada petahana yang kembali mencalonkan diri di Pilkada 2024. Termasuk menjalankan program-program yang nantinya akan memuluskan cara untuk meraup dukungan pasangan calon.
“Terkait dengan pengawasan kepada bakal calon petahana Bawaslu Sleman juga akan menyesuaikan tahap Pilkada 2024 yang tengah berjalan. Beberapa waktu lalu kami, Bawaslu Sleman juga mengingatkan agar kepala daerah untuk membatalkan mutasi pejabat enam bulan sebelum penetapan calon,” katanya, Rabu (24/4/24).
Kemudian, jika nantinya sudah masuk tahap pendaftaran, pihaknya juga akan melihat apakah petahana tersebut bakal maju kembali atau tidak. Pengawasannya pun disesuaikan, supaya petahana tidak menggunakan program pemerintah untuk pemenangan dirinya maupun pasangan calon lain.
“Pengawasan kepala daerah itu diatur bahkan bagi yang tidak ingin maju di Pilkada. Jadi mereka tidak boleh mendukung dan mengarahkan program untuk mendukung salah satu pasangan calon,” terangnya.
Tak hanya itu, Arjuna juga mengimbau para ASN tidak sembarang memberikan KTP-nya kepada calon yang maju melalui jalur perseorangan atau tanpa partai politik. Sebab, hal itu merupakan salah satu bentuk pelanggaran netralitas.
“Apabila seorang ASN terbukti melakukan pelanggaran tersebut, maka akan ada sanksi etik. Karena kan sudah ada aturan dalam undang-undang, bahwa ASN tidak boleh ikut berpolitik atau memihak salah satu calon di pemilu maupun Pilkada,” jelasnya.
Sementara itu, bagi calon perseorangan yang terbukti menjaring dukungan dari ASN pun dipastikan akan dikenakan denda. Para calon harus mengganti dukungan tersebut dua kali lipat lebih banyak.
“Kami di jajaran pengawas di Kabupaten Sleman akan memberikan pencegahan. Kami akan terus memegang teguh aturan. Karena bagaimanapun, yang namanya ASN tidak boleh berpolitik,” tandasnya. (bam/abd)










