PEMALANG, Joglo Jateng – Setengah bulan pada Juli telah dilalui, berbagai macam peristiwa politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemalang 2024 semakin memanas. Dari elit politik saling sambang-menyambangi satu sama lain, hingga posisi petahana bupati yang semakin tinggi elektabilitasnya dan digadang-gadang bukan suatu hal tidak mungkin akan ada calon tunggal di Pilkada Pemalang 2024.
Menjelang pendaftaran calon bupati pada 27-29 Agustus 2024 nanti di KPU Pemalang, hampir seluruh partai politik (Parpol) saling bersilaturahmi. Digadang-gadang ada perbincangan khusus terkait posisi mereka berkoalisi dalam mengusung bakal calon bupati (Bacabup) dan wakil (Bacawabup) terbaik pada Pilkada 2024 ini.
Kunjungan itu dimulai oleh dua partai pemenang pemilu yaitu PDI Perjuangan dan PKS yang menyambangi Partai Golkar pada Senin (8/7) pekan lalu. Ketua DPC PDI Perjuangan Pemalang Junaedi menuturkan, pihaknya membuka peluang besar untuk berkoalisi dengan partai berlogo beringin itu. Menurutnya membangun Pemalang yang kaya dan luas ini membutuhkan para tokoh kuat, sehingga pantas melirik Golkar untuk berkoalisi mengusung Bacabup/Bacawabup di Pilkada 2024.
“Membangun Pemalang itu tidak bisa sendirian, oleh karenanya, kami ingin mengajak Partai Golkar untuk bekerja sama, berkoalisi dalam Pilkada mendatang pada 27 November 2024,” tuturnya, belum lama ini.
Pada waktu yang berbeda pada 10 dan 12 Juli lalu, PDIP Perjuangan melanjutkan kunjungannya di dua partai besar yaitu PKB dan Partai Gerindra. Obrolannya masih sama, seputar koalisi, serta siapa pasangan calon yang akan diusung. Selain itu ketiga partai ini berharap Pilkada 2024 dapat berjalan lancar, aman, tertib dan nyaman.
Ketua DPD PKS Pemalang Suwarso juga melakukan pertemuan di Gedung Golkar di hari yang sama Senin (8/7). Bahkan pihaknya langsung menawarkan pasangan calon yaitu Darmanto untuk dijodohkan bersama dengan calon yang akan diusung Partai Golkar.
“Sebelumnya kita memang sudah berkomunikasi diluar forum ini. Pada kesempatan ini kami sampaikan DPD PKS Pemalang menawarkan Pak Darmanto untuk dipasangkan dengan calon pasangan dari Partai Golkar,” terangnya.
Sedangkan, DPD Partai Golkar Pemalang Edi Susilo menuturkan, pihaknya secara terbuka menerima kunjungan dari kedua parpol itu. Semua pembahasan yang ada akan menjadi bahan pertimbangan bagi partainya untuk menentukan siapa calon yang diusung. Di mana dalam perkembangannya ada dua yang berpotensi masuk bursa Bacabup, karena telah mendapatkan surat tugas dari DPD Golkar. Mereka adalah Anom Widiyantoro dan Mansur Hidayat selaku Bacabup Petahana atau Bupati Pemalang saat ini, menjadikan hawa politik jelang pendaftaran Bacalon menjadi semakin panas.
“Kalau soal Pak Mansur, sebenarnya kedekatan itu bukan baru-baru ini tetapi sudah lama. Jadi atas anjuran DPD Provinsi maka kita akan memberikan surat tugas beliau menggalakkan agar dukungan. Sebab kita ingin mengajukan Bacabup untuk menang bukan kalah,” tuturnya.
Sementara, Ketua Pemenangan Pemilu Jateng dan DIY DPP Partai Golkar Iqbal Wibisono menegaskan, rekomendasi belum dikeluarkan hingga detik ini. Hanya surat tugas yang baru dikeluarkan dan mereka yang mendapatkan surat harus melewati tiga tahapan survei untuk lolos menjadi Bacabup atau Bacawabup.
“Kita ingin calon yang menang, bukan yang kalah. Jadi semua kadidat harus melewati tiga tahapan survei dan siapa yang punya elektabilitas tertinggi kemungkinan besar akan kami usung. Tahapan surveinya dilakukan pada April-Mei, Juni-Juli dan Agustus September,” tegasnya.(fan/sam)










