PEMALANG, Joglo Jateng – Setelah ditimpa musibah kebakaran TPA hingga penolakan masyarakat untuk pembukaan TPA baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang berbenah dan berkeinginan ke depan menjadi salah satu daerah percontohan program pengelolaan sampah di Jawa Tengah (Jateng). Oleh karenanya, Bupati mengajak seluruh masyarakat ikut peduli dan bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam pengolahan sampah, khususnya di lingkungan rumah tangga.
Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, kilas balik permasalahan sampah sepanjang 2023 hingga 2024 ini harus menjadi penyemangat Pemkab agar di tahun depan dapat mewujudkan Pemalang Daerah Percontohan Pengolahan Sampah di Jateng. Saat ini, pihaknya sedang mendesain program pengolahan sampah, salah satunya dengan memperbanyak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Ini jadi tekad kita, ke depan Pemalang bisa jadi daerah rujukan pengelolaan sampah, setelah ada Banyumas di Jateng,” terangnya, belum lama ini.
Pada perencanaannya, Mansur sedang mendorong agar 213 desa dan kelurahan di Pemalang bisa memiliki TPST mereka sendiri. Hal tersebut dimulai dari tingkat kecamatan, di mana rencananya 14 kecamatan di Pemalang mempunyai TPST, sehingga desa bisa mengikuti program tersebut dan mengurangi sampah yang dibuang ke TPA nantinya.
Sementara itu, Kepala DLH Pemalang Wiji Mulyati sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya memberi kepastian bahwa permasalahan sampah di Pemalang bisa selesai pada pekan ini. Dengan mengajak seluruh masyarakat agar mulai peduli atas lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing, terutama tidak membuang sampah sembarangan serta memilah dan memilih sampah yang akan dibuang oleh petugas becak sampah di lingkungan tempat tinggal.
“Sebenarnya jika masyarakat mau sadar, permasalahan sampah bisa cepat diselesaikan dan tidak ada penimbunan di TPS sekitar mereka. Ke depan, yuk bareng-bareng perangi sampah dengan pengelolaan pengolahan terpadu. Jadi tidak ada sampah yang ditimbun dan bisa dimanfaatkan ulang,” ujarnya. (fan/abd)










