Bawaslu Kota Semarang Selesaikan 1.144 Upaya Pencegahan selama Pilkada 2024

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang telah menyelesaikan sebanyak 1.144 upaya pencegahan selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu. Jumlah ini merupakan akumulasi upaya pencegahan, baik yang dilakukan di tingkat kota maupun jajaran pengawas di bawahnya.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengungkapkan, dari 1144 upaya pencegahan, 606 di antaranya telah dilakukan di tingkat Kota Semarang. Sedangkan, di tingkat Kecamatan sebanyak 538 pencegahan.

“Sejak awal, kami berkomitmen untuk mengutamakan upaya pencegahan sebagai langkah proaktif.  Kami tidak ingin ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk pelanggaran,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Senin (13/1/25).

Selain itu, dirinya menambahkan, upaya pencegahan ini merupakan bagian dari komitmen guna meminimalkan potensi pelanggaran. Meskipun, Indeks Kerawanan Pemilihan (IKP) Kota Semarang Tahun 2024 berada dalam kategori rawan rendah.

Pihaknya mengaku, telah melakukan berbagai langkah pencegahan. Mulai dari Identifikasi kerawanan, sosialisasi, koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, serta pencegahan tertulis guna memastikan tidak terjadi pelanggaran yang dapat merusak integritas Pilkada di Kota Semarang.

“Dengan berbagai dinamika yang telah dilalui selama Pilkada 2024, secara tertulis kami telah mengirimkan sebanyak 234 surat imbauan yang meliputi 61 di tingkat Kota dan 173 di tingkat kecamatan yang telah kita kirimkan ke KPU Kota Semarang dan Peserta Pemilihan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan, ada 177 kelurahan yang telah dicanangkan sebagai Kelurahan Anti Politik Uang. Diharapkan, ada pula langkah pencegahan yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya partisipasi secara aktif dalam pengawasan dan pelaksanaan Pilkada yang bersih.

“Salah satunya dengan melaksanakan sosialisasi pengawasan partisipatif. Selama Pilkada 2024, tercatat sebanyak 378 sosialisasi sudah dilakukan,” ujarnya.

Pihaknya juga turut mengapresiasi kerja-kerja jajaran pengawas. Mulai dari Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslu Kecamatan) sampai dengan Pengawas TPS (PTPS) yang dengan sigap melakukan pencegahan di setiap tahapan.

“Harapannya, dengan intensitas pencegahan yang telah dilakukan pada Pilkada 2024 di Kota Semarang dapat menjadi contoh penyelenggaraan Pilkada yang berkualitas dan berintegritas,” harapnya. (int/adf)