PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, di SMKN 4 Pati, belum lama ini. Peluncuran makan bergizi ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas gizi bagi pelajar di Pati.
Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, program ini baru dimulai pada Senin (13/1) dengan jumlah terbatas, namun akan terus berkembang. Nantinya aka nada evaluasi terkait apa yang kurang untuk dicukupkan.
“Memulai sesuatu dari yang mulanya 4, nanti segera jadi banyak. Jadi programnya masih di tahap segitu untuk mengevaluasi, terkait apa yang kurang untuk dicukupkan. Dapurnya juga sudah mulai, juga ada proses bagaimana membuat dapur yang efisien dan bersih, jadi nanti bisa segera ditambah lagi,” ujarnya, belum lama ini.
Ia melanjutkan, tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan asupan gizi berkualitas kepada anak-anak pelajar. “Siswa saya tanya enak nggak, mau nambah nggak, kata mereka cukup sudah kenyang. Kita juga jelaskan memang tujuan besarnya membuat anak-anak tumbuh dengan asupan gizi berkualitas, sehingga menjadi hebat. Dampaknya pada perekonomian bagi pemasok-pemasok bahan pangan,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Jon Young Saragi menyampaikan, pelaksanaan program sempat tertunda beberapa hari. Sebelumnya, peluncuran direncanakan pada 6 Januari, namun baru dilaksanakan pada Senin (13/1), karena ada yang perlu dimaksimalkan.
“Setelah kemarin maksimal, kita laporkan. Hari pertama itu penerima manfaat dari kegiatan makan bergizi sejumlah 1.002 orang. Terdiri dari SMK Negeri 4 Pati sejumlah 865 orang, SD Negeri sebanyak 137 orang,” paparnya.
Adapun dalam pelaksanaannya, menu yang disajikan terdiri dari nasi, capcay, tahu dan ayam katsu. Sedangkan bagi siswa SMA sedikit berbeda, yakni tanpa susu dan menu akan terus diperbarui untuk menjaga keberagaman.
“Kami juga sudah mengimbau semua adik-adik kita biar menyiapkan sendok/garpu dari rumah, sehingga tidak pakai tangan langsung. Kalau disiapkan dari sekolah takutnya nanti tuker-tukeran, jadi kita antisipasi untuk yang lain-lain,” ungkapnya.
Program ini juga menyoroti pentingnya kerja sama berbagai pihak. Dapur umum yang telah beroperasi diharapkan dapat mencakup lebih banyak pelajar, dengan rencana pembangunan dapur umum tambahan di masa depan.
“Sudah beroperasi ada satu, yang dalam proses pembangunan ada satu lagi. Pastinya, ke depan secara bertahap akan ada penambahan-penambahan,” pungkasnya.(hms/sam)










