Ratusan Warga Jateng Ingin Pindah ke Luar Jawa, Apa Penyebabnya?

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, sebanyak 300 warga menyatakan keinginannya untuk berpindah ke luar pulau menjadi seorang transmigran pada tahun 2025 ini.

“Potensi warga Jawa Tengah yang berkeinginan bertransmigrasi itu ada 300-an orang,” kata Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz, baru-baru ini.

Adapun data ini didapatkan dari Dinas Tenaga Kerja di 35 kabupaten/kota di Jateng. Aziz mengaku sudah mengantongi nama dan alamat dari 300 orang yang berminat menjadi transmigran tersebut.

Meski begitu kuota yang disediakan oleh Kementerian Transmigrasi untuk Jawa Tengah juga terbatas. Pada 2024 saja, Jateng hanya mendapat kuota untuk 16 keluarga transmigran. Untuk tahun ini pihaknya masih menunggu informasi dari kementerian.

Ahmad Aziz menjelaskan, transmigrasi bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga untuk memperkuat pembangunan di daerah pinggiran, mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.

Selain itu kedatangan transmigran juga dapat memberikan motivasi bagi daerah tujuan. Menurutnya, transmigran dari Jateng bisa menjadi pemicu bagi pengelolaan lahan yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik.

“Banyak lokasi daerah tujuan ketika ada warga Jawa Tengah tengah atau dari Jawa bertransmigrasi, yang tanahnya tidak terkelola, ketika (transmigran, Red.) datang ke sana akhirnya mereka (warga asli, Red.) tergerak,” ungkap dia.

“Ada akulturasi budaya, adat istiadat, itu juga yang mempererat NKRI,” imbuh Aziz.