PATI, Joglo Jateng – Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi kemitraan bersama masyarakat di Gedung Korpri, Kabupaten Pati, Selasa (17/6/25). Acara ini menyoroti pentingnya peran semua pihak dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintah Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menegaskan, investasi terbesar suatu negara bukan hanya pada sumber daya alam. Melainkan pada sumber daya manusia (SDM).
“Tidak banyak presiden yang berpikir soal sumber daya manusia. Kalau kita ingin punya daya saing hebat, yang harus kita uji adalah kualitas manusianya. Kata kuncinya dua yakni sehat dan cerdas,” tuturnya.
Edy mengungkapkan, Program Makan Bergizi Gratis menjadi terobosan dari Presiden RI. Membangun 30.000 dapur umum di seluruh Indonesia. Setiap dapur ditargetkan dapat melayani hingga 3.000 orang. Di Pati sendiri, pemerintah menargetkan pembangunan 60 dapur, namun hingga pertengahan Juni ini baru 6 dapur yang berhasil terealisasi.
“Saya berharap semua dapur bisa segera dibangun. Ini bukan hal mudah dan jelas tidak murah, tapi ini bentuk nyata kehadiran negara dalam mencerdaskan anak bangsa,” lanjutnya.
Edy menjelaskan, agar kualitas makanan tetap terjaga, lokasi dapur maksimal berjarak 5 kilometer dari sekolah atau pemukiman sasaran. Pemerintah mengalokasikan dana dari APBN untuk pembiayaan penuh program ini.
Ia menyebutkan, peran organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah sangat vital dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar. Salah satunya dengan menyiapkan tanah dan bangunan.
“Saya sarankan memakai bangunan yang sudah tidak dipakai, seperti RS Fastabiq. Ukuran standarnya 16 x 20 meter. Operasional dan penyediaan makanan ditanggung negara,” jelasnya.










