Jepara  

Dari Hobi Jadi Rezeki, Pelajar SMA di Jepara Raup Jutaan Rupiah dari Layang-layang

KARYA: Labib Achsan Amrullah (17), warga Desa Pulodarat, RT 11 RW 2, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara saat membuat layang-layang di kediamannya, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng– Bermula dari sekadar bermain layang-layang di usia sembilan tahun, kini Labib Achsan Amrullah (17), warga Desa Pulodarat, RT 11 RW 2, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, berhasil menjadikan hobinya sebagai sumber penghasilan.

Pelajar kelas 12 di SMA Negeri 1 Tahunan, Jepara ini telah menghasilkan berbagai jenis layangan buatan tangan, mulai dari bentuk naga, pesawat, kapal, hingga burung hantu dan rajawali. Ukurannya pun beragam, dari yang kecil hingga berdiameter besar.

Putra sulung pasangan Aryes Novianto dan Zuzamah ini mengaku minat membuat layangan muncul dari rasa ingin tahunya sejak kecil. “Dari kecil memang sudah suka banget main layangan. Lihat orang main, jadi penasaran dan pengen bikin sendiri,” ujar Labib, belum lama ini.

Untuk membuat layang-layang, Labib belajar secara otodidak. Ia tak pernah mengikuti pelatihan khusus, hanya mengamati struktur dan tali layangan untuk mempelajarinya.

Meski awalnya sering gagal karena hasil layangannya tidak seimbang dan tidak bisa terbang, semangatnya tak pernah padam. Saat duduk di bangku kelas 6 SD, ia berhasil membuat layangan naga besar pertamanya.

“Waktu SD kelas enam, pertama kali bikin naga besar. Sebelumnya cuma bikin layangan kecil, dua sampai tiga dimensi,” kenangnya.

Kini menjelang usia 18 tahun, Labib rutin menerima pesanan layangan dengan bentuk dan ukuran sesuai permintaan. Harga yang ditawarkan bervariasi, dari hanya seribuan rupiah hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan ukuran.

“Harganya saya sesuaikan kemampuan pembeli. Kalau dana terbatas, saya bantu rekomendasikan yang sesuai. Untuk layangan kecil bisa seribu- Rp 1.500, naga kecil sekitar Rp 500-600 ribu, yang besar bisa sampai Rp 2 – 3 juta,” jelasnya.

Waktu produksi juga bervariasi. Layangan kecil bisa selesai dalam sehari, sementara layangan besar memerlukan waktu lebih lama.  “Kalau diameter 30 cm bisa 4-5 hari. Dulu pernah buat layangan panjang 145 meter dengan 150 keping, hampir sebulan baru selesai,” katanya.

Layangan buatan Labib tak hanya diminati warga Jepara, tapi juga sempat dikirim hingga ke Bantul. Pemasarannya bisa lewat akun media sosial miliknya bernama ‘Labib Achsan Amrullah’ atau langsung datang ke rumahnya. (oka/gih)