RSUD Tjitrowardojo Purworejo Segera Miliki Klinik Radioterapi

PROSES: Ruang Hemodialisa baru milik RSUD Tjitrowardojo yang tinggal menunggu proses perijinan. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – RSUD Tjitrowardojo Purworejo, mengembangkan Intalasi Dialisis. Pengembangan instalasi itu berupa pembangunan dua gedung baru untuk radioterapi satu lantai dan hemodialisa (HD) dua lantai.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan, dr Nunik Suliatyaningsih menerangkan, saat ini sedang menunggu alat radioterapi datang. Kedua alat itu yakni alat radioterapi linac dan ct stimulator.

Alat Linear Accelerator (LINAC) digunakan dalam pengobatan kanker untuk terapi radiasi. Sedangkan CT simulator, alat yang digunakan dalam radioterapi untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi (3D) dari area tubuh pasien yang akan diobati.

“Alat LINAC dan CT Simulator akan datang akhir Agustus ini. Setelah alat datang, kemudian urus uji fungsi alat, izin kemudian baru bisa beroperasional. Direncanakan, klinik radioterapi bisa beroperasi awal 2025. Total alat yang dibeli sebanyak 2 buah,” tutur dr Nunik, Kamis (21/8/25).

Sementara, untuk instalasi HD, RSUD Tjitrowardojo akan menambah 70 tempat tidur secara bertambah di tahun ini. “Untuk ruang HD, saat ini masih proses perizinan. Tinggal menunggu izin, dari Kementrian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, masih dalam proses kredensial,” ucapnya.

Dengan adanya klinik HD dan radioterapi di Purworejo, diharapkan akan ada efek domino bagi ekonomi warga. Karena, akan banyak pula warga dari luar kota yang datang untuk melakukan cuci darah serta melakukan radioterapi di RSUD Tjitrowardojo.

“Terpenting, masyarakat Purworejo tak perlu lagi ke rumah sakit di luar kota untuk proses radioterapi. Juga agar warga tak terlalu antri untuk proses HD,” pungkasnya. (mrn/sam)