SEMARANG, Joglo Jateng – Gelombang unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan serius dari para tokoh lintas agama di Jawa Tengah. Mereka yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama/Kepercayaan (Pelita) menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan pendekatan damai.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, menegaskan para pemuka agama prihatin atas korban dan kerusakan yang ditimbulkan dari aksi-aksi demonstrasi tersebut. Para tokoh agama, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan juga sebagian tokoh masyarakat ingin mengungkapkan keprihatinan kepada bangsa Indonesia.
“Kita tahu akhir-akhir ini ada berbagai keprihatinan yang direspons dengan demo di berbagai tempat dan menimbulkan korban dan kerusakan di mana-mana,” jelas Romo Sugiyana saat konferensi pers di Kantor Keuskupan Agung Semarang, Senin (1/9/2025).
Ia menekankan, penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan dengan cara damai, tanpa kekerasan, dan lebih persuasif agar suasana tetap kondusif. Menurutnya, cinta kepada Indonesia harus menjadi titik temu bagi masyarakat, pemerintah, maupun aparat penegak hukum.
“Siapapun yang mengambil bagian di dalam peristiwa ini entah mau mengungkapkan inspirasinya, kami berharap disampaikan dengan cara damai, tanpa kekerasan, dan lebih persuasif sehingga suasana tetap aman,” imbuhnya.
Romo Sugiyana juga menyoroti sikap sejumlah pejabat yang dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat. Ia menilai, disaat rakyat kesulitan menghadapi kenaikan pajak, harga bahan pokok, serta kelangkaan beras, muncul kabar mengenai tambahan tunjangan anggota DPR sebesar Rp 50 juta sebagai pengganti rumah dinas.
“Suasana sedang seperti ini kok ada berita-berita tentang kenaikan tunjangan. Itu bisa melukai banyak orang. Intinya, ini bukan saat yang tepat untuk menaikkan tunjangan demi kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi FKUB Seluruh Indonesia, Taslim Syahlan, mengajak seluruh elemen lintas agama menjaga kebersamaan dan solidaritas.
“Ini bersama-sama menaikkan keprihatinan dan sekaligus berdoa semoga Indonesia tetap baik-baik saja. Maka kami himbau pada seluruh kawan-kawan FKUB di seluruh tanah air untuk tetap bisa menjaga kondisi kita ini,” katanya. (luk/iza)










