Pati  

Kelenteng Tjong Hok Bio Kumpulkan Dana lewat Lelang

Peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Bumi

MOMEN: Kelenteng Tjong Hok Bio mengumpulkan dana dana lewat lelang, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KELENTENG Tjong Hok Bio Juwana Kabupaten Pati mengumpulkan dana lewat lelang. Cara unik ini sudah menjadi tradisi turun menurun di tempat ibadah itu.

Setiap tanggal 15 bulan 8 Imlek dalam penanggalan Tionghoa, puluhan umat dan simpatisan berkumpul di kelenteng untuk mengikuti lelang. Hasil lelang itu untuk menggelar beberapa acara termasuk perayaan Tahun Baru China.

Barang-barang yang dilelang berupa buah dan kue yang dikemas jadi parsel. Parsel itu lantas ditata di tengah-tengah umat dan lalu ditawarkan kepada peserta hingga ditemui kata sepakat untuk harga finalnya.

Ketua Yayasan Kelenteng Tjong Hok Bio, Edy Siswanto, menjelaskan, tradisi itu merupakan upaya nguri-uri budaya leluhur. Yaitu memperingati hari ulang tahun Dewa Bumi atau Hok Tek Cheng Sin.

“Tujuannya untuk meminta keselamatan. Karena Dewa Bumi yang memberi berkah kepada umat-umat manusianya,” ungkapnya.

Ia menceritakan, tradisi ini berawal saat umat Tionghoa meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang waktu itu sedang dalam masa pagebluk. Doa dilakukan oleh Raja Hok Tek Cheng Sin dengan cara bertapa. Di kemudian hari, raja ini kemudian diangkat menjadi Dewa Bumi.

“Waktu itu, Raja Hok Tek Cheng Sin (Dewa Bumi) bertapa meminta wangsit kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya rakyatnya selamat semua. Hasilnya, rakyatnya selamat dan petani-petani bisa panen,” ucapnya.

Untuk lelang, pihaknya berhasil mengumpulkan dan Rp14,5 juta. Untuk harga lelang paling tinggi adalah Rp 1 juta dan yang paling rendah Rp 250 ribu. Dana tersebut biasanya untuk tambahan pertunjukan Wayang saat Perayaan Imlek di Kelenteng Hok Tik Bio Pati.

“Biasanya yang mahal itu yang di tengah-tengah milik tuan rumahnya. Tuan rumahnya, ya Hok Tek Cheng Sin. Isinya itu ada pisang raja dan kue berbahan ketan,” pungkasnya. (lut/iza)