Revitalisasi SMP 1 Bae Fokus pada Toilet, Kesenian & Aksesibilitas

SAPA: Kemendikdasmen sedang mengunjungi revitalisasi sekolah di SMP 2 Bae sekaligus menyapa siswa di kelas, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pekan lalu meninjau langsung progres revitalisasi sarana dan prasarana di SMP 1 Bae, Kabupaten Kudus. Kunjungan ini merupakan bagian dari program revitalisasi pendidikan yang diterima oleh SMP 1 Bae pada 2025 masuk dalam tahap keempat.

Revitalisasi yang diterima mencakup tiga menu utama. Yakni rehabilitasi ruang kesenian, rehabilitasi toilet lama, dan pembangunan paket toilet baru. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 506.805.000.

Kepala SMP 1 Bae, Moh Akhsanul Khaq menyampaikan, proses pengusulan program ini diawali dari pengajuan proposal oleh pihak sekolah. Namun, dari usulan awal, tidak semua bisa terakomodasi karena ketersediaan menu dari pusat.

“Ketika itu kita mengajukan proposal, kemudian datang staf kementerian meninjau lokasi untuk verifikasi. Sebetulnya yang kita usulkan adalah indoor (ruang olahraga dalam ruangan), tapi karena menu saat ini tidak ada indoor, menunya yang ada adalah rehab, maka kita mengikuti menu yang ada,” terangnya.

TINJAU: Mendikdasmen, Prof Abdul Mu’ti meninjau langsung progres pembangunan di SMP 1 Bae, Selasa (7/10). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Setelah diverifikasi oleh tim kementerian, diputuskan bahwa sekolah akan mendapatkan bantuan berupa rehab ruang kesenian, rehab toilet lama, dan pembangunan paket toilet baru. Paket toilet baru terdiri dari lima pintu, yaitu dua untuk laki-laki (PA), dua untuk perempuan (PI), dan satu untuk penyandang disabilitas.

“Toilet yang kita rehab itu sudah berusia 20 tahun. Saya sendiri dulu sekolah di sini dan mengalami kondisi toilet itu,” ceritanya.