Kunjungi Difabel Kebumen, Cak Imin Janjikan Perbanyak Sekolah Inklusi

BUBUHKAN: Menko PM, Muhaimin Iskandar saat membubuhkan cap Batik Pegon di Rumah Inklusif Kebumen. (MARNIE/JOGLO JATENG)

KEBUMEN, Joglo Jateng – Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, berjanji akan mengabulkan permohonan proposal yang diajukan pengelola Rumah Inklusif Kebumen. Janji itu disampaikan di hadapan para orang tua yang memiliki anak difabel, anggota Rumah Inklusif Dukuh Panggel, Kelurahan Panjer, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, pada kunjungannya, belum lama ini.

Ketua Umum PKB itu menyampaikan, kekagumannya pada anak-anak difabel yang percaya diri saat memeragakan busana Batik Pegon khas Rumah Inklusif. “Saya janji, semua permohonan Runah Inklusif dikabulkan. Ini saya minta bisa menjadi inspirasi bagi daerah lainnya. Mari kita bangun sebaik-baiknya, Rumah Inklusif ini luar biasa, tidak dibantu tapi jalan sendiri,” puji Cak Imin.

Ia menyebut, permasalahan difabel seperti mengatasi kemiskinan adalah perjuangan yang belum selesai, banyak tantangan. Pemerintah tidak akan mampu sendiri, maka dibutuhkan pemberdayaan masyarakat seperti apa yang dilakukan oleh Muinatul Khoiriyah atau Bu Iin, yang merupakan Ketua Rumah Inklusif.

“Harus diawali dengan konstitusi yang berpihak, UU kita buat, peraturan-peraturan kita buat. Kemudian infrastruktur, sarpras. Kami akan usulkan untuk membuat kewajiban APBN bagi difabel, karena merupakan kewajiban negara. Kita harus memberikan akses pekerjaan, pendidikan bagi anak-anak istimewa ini. Menjadi tugas saya memperbanyak rumah-rumah inklusi,” katanya.

Cak Imin mencontohkan, saat ini sekolah-sekolah di Jakarta sudah mulai inklusif, menerima anak-anak difabel. Meski demikian, secara keseluruhan, sekolah inklusi dan guru yang tersedia masih terbatas.