KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan warga Kabupaten Kudus memadati Kantor Pos untuk mencairkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900 ribu, Kamis (27/11). Antrean panjang sudah terlihat sejak pagi, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap bantuan pemerintah tersebut.
Salah satu penerima, Ita (33), warga Loram Wetan, Jati, mengaku rela mengantre panjang berjam-jam demi mendapatkan bantuan yang untuk pertama kalinya ia terima. Sebagai orang tua tunggal, bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari.
“Jadwalku hari ini, harus segera diambil. Baru pertama kali dapat bantuan begini, alhamdulillah bisa buat kebutuhan anak,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pemerintah menyalurkan BLT Kesra sebesar Rp1,46 triliun untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Jawa Tengah dan DIY. Dari jumlah tersebut, Rp1,35 triliun dialokasikan untuk 1,5 juta KPM di Jateng, sementara Rp115,9 miliar bagi lebih dari 128 ribu KPM di DIY.

Supervisor Bisnis Ritel dan Kemitraan PT Pos Indonesia Persero, Arga Arifriatna, menjelaskan jumlah penerima BLT Kesra di Kabupaten Kudus mencapai 38.739 orang yang tersebar di sembilan kecamatan. Untuk Kota Kudus sendiri terdapat 2.582 penerima. Adapun rincian per kecamatan yakni, Jati 3.844 penerima, Bae 2.427, Dawe 6.613, Gebog 6.411, Jekulo 4.869, Kaliwungu 5.382, Undaan 3.825, dan Mejobo 2.786 penerima.
“Setiap hari pelayanan bisa mencapai 700 sampai 1.000 orang. Antrean menumpuk karena banyak warga datang tidak sesuai jadwal,” katanya.
Pencairan BLT dijadwalkan berlangsung 21–29 November 2025, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai kebijakan pemerintah pusat. Penerima wajib membawa KTP asli atau KK asli. Jika diwakilkan, pengambil harus tercantum dalam KK yang sama.
“Kalau KK tunggal atau penerima benar-benar tidak punya keluarga yang bisa mewakili, kami tetap antar ke rumah,” ujar Arga. Saat ini setidaknya sudah ada 18 penerima di Kota Kudus yang mendapat layanan antar. (ara/uma/iza)










