SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah mulai mematangkan langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna menghadapi momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Fokus utama persiapan tahun ini meliputi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang serta kesiapan infrastruktur pendukung di jalur mudik.
Kepala Dishub Jateng, Arief Djatmiko menegaskan bahwa kebijakan pembatasan kendaraan bersumbu tiga akan diberlakukan mulai 12 Desember hingga 5 Januari. Aturan ini dikecualikan bagi kendaraan pengangkut kebutuhan pokok (sembako) dan bahan bakar.
“Kami sudah melakukan edaran terkait pembatasan kendaraan sumbu tiga. Kami juga meminta pemerintah kabupaten/kota menyiapkan rest area atau kantong parkir, serta memantau agar kendaraan yang dilarang melintas tidak keluar dari area tersebut ke jalur utama,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Langkah ini diambil untuk menekan potensi kemacetan parah pada puncak arus pergerakan masyarakat selama masa liburan.
Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Selain pembatasan kendaraan berat, Dishub juga telah memetakan potensi kepadatan di jalur tol maupun non-tol. Untuk skema one way di jalan tol, penerapannya akan menyesuaikan diskresi dari kepolisian dan kebijakan Jasa Marga, bergantung pada kondisi kepadatan di lapangan.
Sementara untuk jalur non-tol, pemantauan intensif difokuskan pada titik-titik rawan macet, seperti di wilayah Boyolali dan sejumlah akses masuk menuju Kota Semarang. Dishub juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk memastikan aspek teknis seperti penerangan jalan umum (PJU) berfungsi optimal demi keselamatan pengendara.
Dari sisi keselamatan angkutan umum, pengawasan diperketat di terminal tipe B yang berada di bawah kewenangan provinsi. Arief menginstruksikan pengelola terminal untuk rutin melakukan inspeksi keselamatan (ramp check) guna memastikan kelayakan jalan armada bus.
“Untuk terminal tipe A yang dikelola pusat, kami tetap berkoordinasi dengan BPTD agar arus penumpang dan kelaikan armada tetap terjaga,” tambahnya.
Meski Dishub belum merilis angka pasti prediksi jumlah pemudik, pergerakan masyarakat diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan mengikuti tren libur panjang akhir tahun, sesuai data yang dihimpun Polda Jateng. (hfh/iza)










