Pati  

Rusak Parah, Perbaikan Jalan Gunungwungkal-Bondol Pati Diusulkan Lewat Inpres 2026

Kondisi aspal mengelupas dan berlubang di ruas Jalan Gunungwungkal-Bondol, Kabupaten Pati.
KONDISI: Jalan Gunungwungkal - Bondol Pati yang mengalami kerusakan, Selasa (30/12/25). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Ruas Jalan Gunungwungkal-Bondol di Kabupaten Pati saat ini dalam kondisi rusak. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Pati berencana mengusulkan perbaikan jalan tersebut melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah pada tahun anggaran 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan mulai terlihat saat memasuki wilayah Desa Gunungwungkal. Kondisi aspal tampak mengelupas dan terdapat lubang di sejumlah titik ruas jalan.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengendara yang melintas. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses utama menuju sejumlah objek wisata di Kecamatan Gunungwungkal, seperti Wisata Pengusen dan Desa Wisata Jrahi.

Keluhan Pengendara dan Potensi Wisata

Salah satu pengendara asal Kecamatan Margoyoso, Lisin, menyayangkan kondisi infrastruktur yang kurang memadai tersebut. Kerusakan jalan dinilai membahayakan, terutama bagi pengguna jalan yang belum menguasai medan.

“Sayang kalau rusak begini. Apalagi kalau yang tidak tahu medan,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aksesibilitas menuju kawasan wisata menjadi lebih nyaman. Terlebih, kawasan Gunungwungkal kerap dipadati pengunjung saat musim panen buah lokal.

“Apalagi musim durian seperti sekarang ini pasti banyak yang datang ke Gunungwungkal,” imbuhnya.

Usulkan Anggaran Rp 12 Miliar

Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Bina Marga DPUPR Pati, Hasto Utomo menjelaskan bahwa penanganan Jalan Gunungwungkal-Bondol telah masuk dalam rencana kerja. Pihaknya akan mengusulkan perbaikan melalui skema Inpres Jalan Daerah pada 2026 mendatang.

Hasto merinci, usulan anggaran untuk proyek tersebut mencapai Rp 12 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk menangani perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 2,7 kilometer.

Spesifikasi perbaikan rencananya akan menggunakan material beton agar lebih awet. Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga dan pariwisata setempat.

“Kami usulkan ke Inpres Jalan Daerah 2026. Rencananya diusulkan konstruksi beton dengan lebar enam meter,” jelasnya. (lut/fat)