JAKARTA, Joglo Jateng – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta dan Cabang Wonosobo berhasil meraih penghargaan Predikat Gold sebagai Mitra Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Genting Collaboration Summit 2025 yang berlangsung di Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Kedua cabang Bank Jateng ini dinilai konsisten memberikan kontribusi nyata melalui pendampingan, edukasi, serta dukungan gizi bagi keluarga berisiko stunting di wilayah Jawa Tengah.
Bank Jateng terpilih sebagai penerima Gold Level karena dinilai paling proaktif dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terstruktur. Pencapaian ini menempatkan Bank Jateng sejajar dengan perusahaan besar nasional lainnya yang turut menerima penghargaan serupa.
Komitmen Cetak Generasi Unggul
Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta, Sutanti menyatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tim. Khususnya dalam menjalankan fungsi sosial di luar kegiatan perbankan.
“Kami sangat bersyukur atas penghargaan Predikat Gold ini. Ini adalah bukti nyata komitmen Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta dalam mendukung program pemerintah. Bagi kami, penanganan stunting bukan sekadar tugas sosial, melainkan upaya bersama untuk mencetak generasi masa depan yang sehat dan unggul,” ujar Sutanti.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Bank Jateng Cabang Wonosobo, Agus Priyono menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi strategis di tingkat daerah. Pihaknya berkomitmen untuk terus konsisten melakukan intervensi kesehatan secara terstruktur.
“Penghargaan Gold Level ini menjadi motivasi bagi kami di Bank Jateng Wonosobo. Kami percaya bahwa melalui program CSR yang berkelanjutan, kita dapat mempercepat penurunan angka stunting dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Wonosobo,” ungkap Agus.
Target Penurunan Stunting 2025
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag, M.Pd. Dalam sambutannya, Wihaji menekankan bahwa stunting hanya dapat ditekan melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 18,8 persen pada 2025. Peran aktif BUMD seperti Bank Jateng sangat membantu mempercepat target ini melalui pendekatan gotong royong dan kolaborasi pentahelix,” jelas Menteri Wihaji.
Prestasi ini mempertegas posisi Bank Jateng sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya fokus pada kinerja institusional. Namun, juga berperan aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial masyarakat di Indonesia. (hms/rds)










