PATI, Joglo Jateng – Bencana Banjir Pati memaksa puluhan petani di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa mengambil langkah darurat. Belasan hektare tanaman bawang merah terpaksa dipanen lebih awal (panen dini) lantaran lahan persawahan terendam banjir cukup dalam.
Pantauan di lokasi, suasana panen berlangsung dramatis. Para petani tampak berjibaku memanen umbi bawang di lahan yang tergenang air hingga lebih dari 1 meter. Hasil panen kemudian diletakkan di atas terpal yang difungsikan sebagai rakit darurat untuk dievakuasi ke lokasi kering.
Ancaman Gagal Panen dan Busuk
Salah satu petani, Slamet Warsito mengungkapkan, banjir melanda desanya sejak Jumat (9/1) lalu. Langkah panen dini diambil karena kekhawatiran tanaman akan membusuk jika terlalu lama terendam, yang berujung pada kerugian total.
“Ini dipanen dini agar bawang merah tidak busuk. Kalau 2-3 hari bawang merah terendam air bisa busuk. Ini baru satu malam, jadi tidak apa-apa,” ucapnya.
Slamet menjelaskan, idealnya masa panen baru dilakukan antara sepekan ke depan. Namun, kondisi alam memaksa percepatan panen meskipun tanaman tersebut sebenarnya sudah mendapatkan uang muka (Down Payment) dari tengkulak.

Akibat Banjir Pati ini, potensi kerugian ekonomi petani cukup besar. Slamet merinci data lahan terdampak:
Luas Lahan: Sekitar 15 hektare.
Potensi Omzet: Rp 175 juta per hektare (kondisi normal).
Harga Normal: Sekitar Rp 28.000 per kilogram.
“Karena dipanen dini akan terdampak terhadap harga jual. Akan tetapi panen dini ini dilakukan agar mendapatkan hasil meskipun sedikit. Terserah nanti harga pasar,” imbuhnya pasrah.
Kendala Panen di Kedalaman 1,5 Meter
Petani lainnya, Setiyono menuturkan tantangan fisik yang berat saat proses evakuasi hasil tani. Selain merugi secara materi, petani kesulitan memanen karena daun bawang tidak terlihat akibat tertutup air.
“Saat memanen bawang merah kendala yang dihadapi yakni daun bawangnya tidak kelihatan karena terandam air,” tuturnya.
Kondisi medan diperparah dengan akses jalan yang berlumpur dan licin. Setiyono menyebut ketinggian air di beberapa titik cukup ekstrem bagi aktivitas pertanian.
“Kedalaman 1,5 meter, sudah terendam 3 hari. Cara membawa bawang merah ke pinggir jalan dengan terpal, kalau dipanggul kesulitan,” pungkasnya. (lut/fat)










