Belajar Sejarah Jenang hingga Berenang, Serunya Outing Class SD 6 Klumpit

Siswa SD 6 Klumpit Kudus sedang mengamati koleksi sejarah di Museum Gusjigang saat outing class
OUTING CLASS: SD 6 Klumpit outing class ke Museum Gusjigang pada Sabtu, (17/1). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan siswa SD 6 Klumpit, Kecamatan Gebog, tampak memadati area Museum Gusjigang Kudus dengan wajah antusias, Sabtu (17/1/2026). Sekolah ini menggelar kegiatan outing class SD 6 Klumpit yang memadukan wisata edukasi sejarah dengan rekreasi air di Kretek Water Park (KWP).

Agenda luar kelas ini dirancang khusus untuk memperkaya wawasan sekaligus membentuk karakter siswa agar tumbuh dengan rasa bahagia dan semangat belajar tinggi.

Mengenal Filosofi Gusjigang dan Jenang

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan pendampingan penuh dari dewan guru. Di museum, para siswa diajak menyelami sejarah dan kearifan lokal Kota Kretek.

Materi yang menjadi sorotan utama para siswa meliputi:

  • Filosofi Gusjigang: Ajaran khas Sunan Kudus tentang keseimbangan perilaku (bagus), mengaji (ngaji), dan berdagang (dagang).
  • Tokoh Penting: Mengenal sosok-sosok pembaharu dari Kudus.
  • Sejarah Jenang: Melihat proses pembuatan jenang hingga kisah sukses Jenang Kudus 33 yang mendunia.

Kepala SD 6 Klumpit, Jamaludin Syariful Firdaus mengungkapkan, metode pembelajaran langsung di lapangan ini dinilai efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa Kudus memiliki tokoh-tokoh hebat yang mampu membawa perubahan. Salah satunya melalui usaha pembuatan jenang yang sekarang dikenal luas,” ujar Jamaludin.

SD 6 Klumpit outing class ke Museum Gusjigang

Inspirasi Kerja Keras dan Doa

Lebih lanjut, Jamaludin menekankan bahwa kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Siswa diharapkan mampu menyerap esensi bahwa kesuksesan lahir dari perpaduan usaha dan doa.

“Dari sini anak-anak belajar bahwa kesuksesan itu berawal dari kerja keras, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa. Nilai ini penting untuk membangun mental positif dan rasa percaya diri anak,” tambahnya.

Sepanjang kegiatan, interaksi aktif terjalin antara guru dan siswa. Anak-anak tak sungkan bertanya mengenai detail sejarah yang terpampang di museum.

Usai menyerap ilmu, rombongan melanjutkan agenda dengan rekreasi di KWP. Gelak tawa pecah saat siswa bermain air, menutup rangkaian outing class dengan suasana keakraban yang hangat antarwarga sekolah. (uma/fat)