KUDUS, Joglo Jateng – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris secara resmi membuka Expo Perguruan Tinggi Kudus ke-XI di Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Senin (20/1/2026). Kegiatan tahunan yang berlangsung meriah ini dipadati puluhan stand kampus untuk memfasilitasi ribuan pelajar di Kota Kretek.
Gelaran ini diinisiasi oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten Kudus dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Agenda ini memiliki misi strategis untuk membantu pelajar kelas XII memilih kampus impian mereka.
Hadirkan Puluhan Kampus Negeri dan Swasta
Dalam laporannya, panitia mencatat terdapat 80 stand yang dihadirkan dalam pameran pendidikan tahun ini. Peserta terdiri dari berbagai institusi pendidikan tinggi dengan rincian:
- 49 Perguruan Tinggi Swasta (PTS)
- 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
- 2 Perguruan Tinggi Keagamaan
- 11 Sekolah Kedinasan
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa acara ini merupakan sarana edukasi dan inovasi bagi siswa SLTA. Ia berharap siswa dapat berkonsultasi langsung mengenai cita-cita mereka.
“Semoga dengan adanya ini memberikan wawasan kepada mereka. Apa yang menjadi pilihan dan cita-cita mereka bisa dikonsultasikan dengan guru dan orang tua,” ujar Sam’ani di sela-sela peninjauan lokasi.
Jangan Salah Pilih Jurusan
Orang nomor satu di Kudus tersebut berpesan kepada para pelajar agar selektif dalam memilih perguruan tinggi. Ia menekankan agar pilihan didasarkan pada keinginan pribadi, bukan sekadar ikut-ikutan teman atau paksaan pihak lain. Menurutnya, jurusan pendidikan dan kampus akan turut menentukan masa depan mereka.
“Pilihlah yang tepat, jurusan dan kampus itu menjadi harapan. Kepingin cita-cita menjadi apa itu hak anak, jadi harus benar-benar memilih sesuai kata hati,” imbuhnya.
Targetkan 14 Ribu Pengunjung
Sementara itu, Ketua Panitia Expo Perguruan Tinggi ke-XI Kabupaten Kudus, Susilo Adi Pratomo membeberkan bahwa antusiasme kampus peserta tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal itu selaras dengan minat lulusan SLTA di Kudus yang dinilai sangat baik.
“Kalau peserta pelajar yang datang ke expo tergantung jumlah siswa setiap tahun. Tahun ini ada 14 ribu pelajar. Kalau berkaca dari pengalaman sebelumnya, ada 13 ribu pelajar yang tertarik berkunjung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Susilo menyebut persentase lulusan SLTA di Kabupaten Kudus yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tercatat sekitar 33 persen. Angka yang sama juga tercatat untuk persentase lulusan yang memilih langsung bekerja.
“Tapi angkanya fluktuatif, kalau dari penelitian yang ada itu tergantung dari kondisi ekonomi pada tahun itu,” tandasnya. (uma/fat)










