Figur  

Mengenal Abdul Rochim, Kepala SMP 1 Kudus yang Terapkan Kepemimpinan Humanis

Abdul Rochim bersama sang istri yang juga Kepala SMP 1 Jati, Kudus, Sumaryatun
KOMPAK: Abdul Rochim bersama sang istri yang juga Kepala SMP 1 Jati, Kudus, Sumaryatun. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kepala SMP 1 Kudus, Abdul Rochim, menerapkan pendekatan kepemimpinan humanis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menekan angka putus sekolah. Strategi ini dinilai efektif dalam menyelaraskan visi antar-sekolah sekaligus menjawab tantangan pendidikan yang kian kompleks di Kabupaten Kudus.

Abdul Rochim meyakini bahwa sekolah bukan sekadar tempat menuntaskan kurikulum administratif, melainkan ruang sosial bagi siswa dengan latar belakang beragam. Hal tersebut ia sampaikan saat berbincang mengenai arah kebijakan pendidikan di Kudus, Sabtu (24/1).

“Sekarang bebannya lebih besar. Pemimpin itu bukan harus bisa semuanya. Tugasnya memberi kesempatan orang lain berkembang. Kalau saya melakukan semuanya, guru saya tidak akan berkembang,” ujarnya.

Rochim mengakui tanggung jawab menyatukan visi para kepala SMP di tengah efisiensi anggaran merupakan tantangan tersendiri. Namun, ia menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci, bukan persaingan.

Jemput Bola Siswa Rentan Putus Sekolah

Salah satu bukti nyata pendekatan humanis Rochim adalah perhatiannya terhadap siswa dari keluarga menengah ke bawah. Ia tak segan turun langsung menangani siswa yang kehilangan motivasi akibat masalah ekonomi atau dinamika keluarga.

“Ada yang hampir putus sekolah. Tapi kalau kita dekati, kita datangi rumahnya, kita bicarakan baik-baik, mereka akhirnya mau kembali,” tegasnya.

Pola asuh di sekolah pun dibuat seimbang mengikuti perkembangan zaman. Rochim menerapkan kebijakan loker ponsel (HP), di mana siswa boleh membawa ponsel namun dititipkan dan hanya digunakan sesuai kebutuhan belajar. Baginya, pencegahan lebih penting daripada hukuman semata.

Manajemen Talenta dan Prestasi Guru

Untuk mengembalikan kejayaan prestasi SMP 1 Kudus, Rochim menerapkan manajemen talenta sejak dini. Siswa dipetakan bakatnya begitu masuk sekolah, kemudian dibimbing jauh sebelum kompetisi digelar.

“Yang penting bukan hanya prestasi anak, tapi prestasi gurunya juga harus naik,” imbuhnya.

Ia berkomitmen memperkuat kapasitas guru melalui pelatihan digital, manajemen pembelajaran, hingga penguatan karakter. Hasilnya, prestasi di Kudus kini diklaim lebih merata di bidang seni, olahraga, maupun akademik.

Rekam Jejak dan Dukungan Istri

Kapabilitas Abdul Rochim ditopang oleh latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh S1 Fisika di IKIP Semarang, S2 Pendidikan IPA, hingga meraih gelar Doktor (S3) Manajemen Pendidikan di UNNES.

Deretan prestasinya meliputi:

  • Guru Berprestasi Nasional.
  • Penerima Satya Lencana Pendidikan dari Presiden.
  • Fasilitator program nasional dan juri profesional.
  • Pengalaman studi banding ke Malaysia, Singapura, dan Australia.

Di balik kesuksesannya, ada sosok sang istri, Sumaryatun, yang juga menjabat sebagai Kepala SMP 1 Jati. Keduanya kerap berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai sekolah meski sedang berada di rumah.

“Pemimpin hebat tidak perlu bersuara lantang untuk didengar. Ketegasan bisa bersanding manis dengan kelembutan hati. Beliau sosok inspiratif yang punya pengaruh positif bagi orang sekitarnya,” ungkap Sumaryatun menggambarkan sosok suaminya. (iza/rds)