Demak  

Capaian Cek Kesehatan Gratis Demak Masih Rendah, Baru 2,32 Persen dari Target

Warga Kabupaten Demak sedang mengantre untuk mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas.
‎‎Tampak masyarakat Demak sedang mengantri untuk memeriksakan kesehatannya kepada Dinkes Demak. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Demak tahun 2026 terus digenjot di seluruh Puskesmas. Namun, hingga awal Februari, partisipasi masyarakat dinilai masih minim. Berdasarkan data cut off Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) per 2 Februari 2026, realisasi program ini baru menyentuh angka 2,32 persen.

Meski seluruh 27 Puskesmas di Kota Wali telah membuka layanan tersebut, dari total target sasaran 689.582 jiwa, baru 29.686 warga yang memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis ini.

Target 56 Persen di Tahun 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maemun menjelaskan, pihaknya mematok target capaian CKG sebesar 56 persen sepanjang tahun 2026. Ia mengakui angka partisipasi saat ini masih rendah karena berbagai faktor.

”Program CKG ini masih terus berjalan. Capaian saat ini memang belum tinggi karena masih awal tahun dan proses validasi data masih berlangsung,” ujarnya.

Ali merinci capaian CKG berdasarkan kelompok usia sebagai berikut:

  • Bayi Baru Lahir: 772 anak (5,47%) dari sasaran 14.102.
  • Balita & Pra Sekolah: 2.220 anak (3,41%) dari sasaran 65.017.
  • Usia Sekolah & Remaja: 4.225 orang (2,83%) dari sasaran 149.404.
  • Dewasa: 18.515 orang (5,25%) dari sasaran 352.630.
  • Lansia: 3.954 orang (4,53%) dari sasaran 87.380.

Puskesmas dengan Partisipasi Tertinggi dan Terendah

Dari sisi antusiasme warga per wilayah, Puskesmas Bonang I mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan 2.724 orang. Disusul Puskesmas Sayung II sebanyak 2.580 orang dan Puskesmas Karangawen II dengan 1.824 orang.

Sebaliknya, beberapa fasilitas kesehatan masih mencatat angka kunjungan yang minim. Capaian terendah berada di Puskesmas Karanganyar II (126 orang), Puskesmas Wonosalam I (293 orang), dan Puskesmas Bonang II (385 orang).

Menyikapi hal ini, Dinkes Demak menyiapkan strategi jemput bola untuk mendongkrak partisipasi warga. Sosialisasi di tingkat desa akan digencarkan dengan menggandeng berbagai sektor terkait.

“Kami optimistis capaian CKG bisa terus meningkat seiring penguatan layanan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan,” pungkas Ali. (adm/fat/rds)