KUDUS, Joglo Jateng – Suasana kesibukan pelayanan di balai desa tak menyurutkan komitmen Pemerintah Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus untuk terus memperhatikan kesehatan warganya. Komitmen nyata tersebut diwujudkan secara maksimal melalui layanan ambulans gratis Dersalam yang beroperasi cepat dan responsif setiap saat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Dersalam, M. Sulaiman, wilayah ini kini menyiagakan dua armada khusus. Fasilitas yang siaga penuh 24 jam tersebut mencakup penanganan gawat darurat bagi orang sakit hingga pengantaran jenazah tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Dedikasi Kades M Sulaiman dan Relawan
Sulaiman mengungkapkan, layanan kemanusiaan ini ditujukan khusus bagi warga lokal maupun masyarakat di wilayah sekitarnya yang membutuhkan pertolongan medis mendesak. Layanan ini dapat diakses secara on call 24 jam melalui nomor telepon seluler kepala desa di 082323568383.
“Layanan kami meliputi mobil ambulans untuk kondisi emergency dan mobil ambulans jenazah. Tentunya gratis untuk warga,” ungkap Sulaiman.
Fokus pelayanan mencakup area dalam wilayah Desa Dersalam Kudus dengan mengutamakan prinsip kecepatan atau fast response. Menariknya, di bawah naungan Desa Siaga, sang Kades tidak segan untuk turun tangan langsung memegang kemudi jika relawan sedang berhalangan.
“Bahkan jika driver tidak bisa, saya selaku kepala desa juga siap melayani sendiri,” tegasnya.
Fasilitas Antar Jemput Pasien Terpadu
Pemanfaatan armada ini rupanya tidak terbatas pada kondisi gawat darurat saja. Pemerintah desa juga memfasilitasi antar jemput pasien yang hendak dirujuk ke rumah sakit, penjemputan warga yang telah sembuh, hingga rutinitas kontrol pasca-rawat inap.
Tidak sekadar mengantar, tim relawan desa juga secara proaktif mendampingi proses administrasi warga ketika tiba di fasilitas kesehatan.
“Kalau tidak punya BPJS, kita bantu urus lewat layanan SKTM agar disalurkan oleh Dinas Sosial. Jadi one solution, kita antar sekaligus dampingi,” terang Sulaiman.
Armada dari Dana Desa dan Hibah Pribadi
Masyarakat merespons positif inisiatif ini karena kendaraan yang disediakan dinilai sangat representatif dan nyaman untuk pasien agar bisa berbaring lega. Adapun operasional dua unit ambulans tersebut berasal dari dua sumber pendanaan yang berbeda, yakni:
- Satu unit ambulans emergensi yang direalisasikan dari Dana Desa melalui APBDes tahun 2021.
- Satu unit ambulans jenazah yang sepenuhnya merupakan hibah pribadi dari Kades M. Sulaiman.
Terkait persyaratan, desa tidak memberlakukan aturan birokrasi yang kaku dan menyulitkan warga. Prinsip utama yang dipegang teguh oleh jajaran perangkat desa adalah nilai kemanusiaan.
“Syarat dasarnya untuk warga Dersalam dan sekitarnya. Namun, kami sering dimintai desa tetangga untuk mengantar orang sakit atau jenazah. Dasarnya adalah kemanusiaan, menolong tanpa membedakan asal desa,” pungkasnya. (uma/fat/rds)










