Kudus  

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di PG Rendeng Kudus

AMANKAN: Anggota kepolisian sedang mengamankan celurit yang digunakan para remaja untuk tawuran, akhir pekan lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Rencana aksi tawuran yang diduga melibatkan puluhan remaja di Kabupaten Kudus berhasil digagalkan aparat kepolisian. Puluhan remaja yang berkumpul di belakang kawasan Pabrik Gula Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, kocar-kacir saat polisi melakukan penggerebekan pada Minggu (1/3/2026) dini hari.

Dalam operasi pembubaran tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan rencana tawuran. Sedikitnya 12 unit sepeda motor, petasan, serta satu bilah senjata tajam jenis celurit ditemukan di lokasi kejadian setelah para remaja melarikan diri.

Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.43 WIB. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan adanya kerumunan remaja dengan gerak-gerik mencurigakan di area Timbangan luar PG Rendeng.

“Petugas jaga melihat sekitar 50 orang berkumpul. Mereka membawa senjata tajam seperti parang dan celurit, serta menyalakan petasan,” ungkapnya.

Selain menyalakan petasan, kelompok remaja tersebut juga diketahui memukul-mukulkan senjata tajam ke benda keras. Hingga menimbulkan suara gaduh yang mengganggu ketenangan warga sekitar.

Melihat situasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan, petugas jaga PG Rendeng segera membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan. Aksi tersebut membuat kelompok remaja panik dan langsung melarikan diri ke arah barat.

Tim gabungan dari Polres Kudus dan Polsek Kudus Kota yang dipimpin langsung Kapolsek Kudus Kota segera melakukan penyisiran dan pengecekan lokasi. Hasilnya, polisi menemukan sejumlah barang yang ditinggalkan para remaja saat melarikan diri.

“Di lokasi kami mengamankan 12 sepeda motor, satu celurit dengan panjang sekitar 60 sentimeter, dua buah kembang api, serta belasan pasang sandal,” jelasnya.

Seluruh barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Kudus Kota sekitar pukul 02.10 WIB untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman guna mengidentifikasi pemilik kendaraan serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rencana tawuran tersebut.

AKP Subkhan menegaskan, kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengimbau peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.

“Pengawasan keluarga sangat penting agar remaja tidak terjerumus dalam aksi tawuran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (adm/fat)