KUDUS, Joglo Jateng – Persoalan banjir yang kerap menggenangi kawasan Terminal Wisata Bakalan Krapyak saat hujan deras segera ditangani.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus menyiapkan pembangunan drainase baru senilai sekitar Rp 800 juta untuk memperlancar aliran genangan. Proyek ini sekaligus untuk meningkatkan kenyamanan peziarah dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Kepala Dishub Kabupaten Kudus, Mundir mengatakan, pembangunan drainase dilakukan sebagai upaya lanjutan. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya telah dibuat saluran pembuangan air di area terminal tersebut.
”Kalau hujan deras di sini sering banjir. Untuk mengurangi banjir, sebelumnya sudah dibuat saluran pembuangan air lewat bawah kios, dan tahun ini akan dibangun drainase letter L,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, drainase baru nantinya akan dibangun dengan pola aliran berbentuk huruf U hingga letter L dari arah timur ke barat. Aliran tersebut kemudian mengarah ke utara untuk memperlancar pembuangan air hujan.
”Rencana pola aliran letter L atau U dari arah timur ke barat kemungkinan bisa sampai ke utara. Ya supaya limpasan air hujan bisa langsung dibuang ke saluran belakang yang sudah ada,” katanya.
Adapun anggaran pembangunan drainase tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Kudus. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 120 hari kerja.
Selain pembangunan drainase, Dishub Kabupaten Kudus juga melakukan penataan fasilitas penunjang di kawasan terminal wisata tersebut. Sejumlah fasilitas yang dibenahi di antaranya penambahan toilet, pembangunan sumur air, perbaikan musala, hingga penambahan penerangan kawasan.
”Minggu (12/7/2026) sudah dibuat sumur untuk ketersediaan air serta penambahan toilet. Untuk musala nanti juga akan diperbaiki kembali,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut musala tersebut sedang dalam tahap observasi penggunaan. “Kemarin baru dibersihkan karena belum tau sering dipake atau tidak,” tambahnya. (uma/fat/rds)










