JEPARA, Joglo Jateng – Ribuan warga memadati area Shopping Centre Jepara (SCJ) demi berburu kebutuhan pokok dalam gelaran pasar murah Ramadan di Jepara, Kamis (12/3/2026). Tingginya harga bahan pangan di pasaran menjelang Idulfitri membuat masyarakat rela antre berdesakan demi mendapatkan sembako bersubsidi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa.
Faktanya, dari total 2.198 paket yang disediakan oleh panitia, sebagian besar langsung ludes diserbu warga hanya dalam kurun waktu setengah jam.
Perjuangan Warga Antre Sejak Pagi
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, hadir langsung membuka acara tersebut didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar serta jajaran Forkopimda. Usai seremoni, rombongan meninjau sejumlah tenant yang menjajakan aneka kebutuhan pokok.
Beragam paket, mulai dari beras, bumbu dapur, hingga kue kering Lebaran dijual jauh di bawah harga normal pasar.
Wati (40), salah satu warga yang hadir, mengaku sudah bersiap di lokasi sejak pagi buta agar tidak kehabisan jatah diskon sembako Ramadan tersebut.
“Perjuangan dari pagi. Jam 07.00 WIB sudah di sini. Alhamdulillah bisa dapat sembako, cabai hingga roti,” ujarnya dengan raut gembira sembari menenteng barang belanjaan.
Ia menjelaskan bahwa skema pembelian dibagi menjadi dua, yakni menggunakan kupon dan non-kupon.
“Dapat kupon satu, tapi ada juga yang bisa beli tanpa kupon kalau barangnya masih ada. Semoga pasar murah seperti ini sering digelar, karena banyak warga yang membutuhkan,” harap Wati.
Tekan Inflasi dan Cegah Panic Buying
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik menjelang hari raya.
“Menjelang Idulfitri kita gelar pasar murah. Banyak instansi yang terlibat dan Alhamdulillah semuanya langsung laris, langsung habis,” terangnya.
Bupati memaparkan, harga paket sembako sangat bervariasi menyesuaikan isinya, mulai dari Rp 15 ribu, Rp 25 ribu, hingga Rp 55 ribu.
“Paketnya ada beras, cabai, bawang hingga minyak. Sembako yang terindikasi naik cukup tinggi kita lakukan penetrasi intervensi supaya harganya tetap stabil,” jelasnya.










