KENDAL, Joglo Jateng – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari secara resmi menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD. Sorotan utama publik tertuju pada pertumbuhan ekonomi Kendal yang meroket hingga 7,99 persen, menjadikan wilayah ini memimpin dengan rekor tertinggi di Jawa Tengah.
Pencapaian fantastis yang sukses melampaui rata-rata provinsi maupun nasional tersebut menjadi indikator krusial keberhasilan program pembangunan daerah. Hal ini langsung berdampak pada kesejahteraan warga, dibuktikan dengan merosotnya angka kemiskinan dan berkurangnya pengangguran secara nyata.
Dalam paparannya pada Selasa (31/3/2026), Dyah Kartika menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat pesat ke angka 75,07.
“Capaian ini menjadi dasar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Tren positif tersebut sukses menekan tingkat kemiskinan warga menjadi 8,40 persen. Sejalan dengan hal itu, persentase tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal juga menurun dari 5,01 persen menjadi 4,60 persen.
APBD Surplus dan Efek Berganda KEK
Dari sisi manajemen fiskal, realisasi pendapatan APBD 2025 mencapai Rp 2,57 triliun atau 98,07 persen dari target. Sementara itu, untuk belanja daerah berhasil terealisasi sebesar Rp 2,47 triliun atau 93,07 persen.
Efisiensi tata kelola tersebut menghasilkan surplus anggaran senilai Rp 101,5 miliar. Secara keseluruhan, 18 dari 20 indikator tujuan pembangunan daerah atau sebesar 90 persen telah berhasil dicapai dengan kategori sangat tinggi.
Melesatnya roda perekonomian daerah ini ditopang oleh keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang terus menunjukkan tren positif. Pemerintah setempat terus mendorong agar kawasan industri raksasa tersebut terintegrasi dengan pelaku UMKM agar memberikan efek berganda bagi warga lokal.










