Figur  

Pesan Ketua PKK Kudus di Hari Kartini: Perempuan Harus Mandiri, Produktif, dan Berbudaya

Ketua PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Intakoris. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi terus bergerak beriringan di Kabupaten Kudus. Berbagai program mulai dari pembentukan komunitas perempuan berkebaya hingga pelatihan usaha menjadi bukti kebangkitan peran perempuan masa kini.

Ketua PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Intakoris, menegaskan, perempuan modern harus mampu menjadi sosok mandiri dan memiliki keterampilan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Di era modern ini, kita tidak lagi memandang gender sebagai batasan. Banyak sektor kepemimpinan kini didukung dan diisi oleh perempuan. Kita punya kemampuan, kita punya ruang, dan kita harus berani menunjukkan jati diri dengan skill yang kita miliki,” ujarnya.

Peringatan Hari Kartini, lanjutnya, harus menjadi momentum untuk kembali merefleksikan perjuangan perempuan masa lalu.

“Memaknai Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga merasakan kembali nilai perjuangannya. Karena itu, kami menggelar apel dan sosialisasi agar perempuan semakin memahami esensi perjuangan tersebut,” jelasnya.

Salah satu program yang digencarkan adalah pembentukan komunitas perempuan berkebaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Gerakan ini bertujuan melestarikan budaya Jawa sekaligus memperkuat identitas perempuan.

“Kami mengajak perempuan memakai kebaya bukan hanya soal pakaian, tetapi identitas. Sebagai perempuan Jawa, kita tidak boleh melupakan akar budaya,” katanya.

Di sisi lain, PKK Kudus juga fokus pada pemberdayaan ekonomi bagi ibu rumah tangga. Berbagai pelatihan digelar, mulai dari bordir hingga pembuatan kue kering, bekerja sama dengan dinas terkait.

“Kami menyasar ibu rumah tangga agar memiliki keterampilan. Harapannya, mereka bisa mandiri dan bahkan membuka lapangan pekerjaan,” paparnya.

Ke depan, PKK Kudus berencana menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar dengan melibatkan ratusan perempuan dalam seminar edukatif, seperti perawatan kulit dan kesehatan reproduksi.

Ia berharap nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi perempuan Indonesia. “Kartini adalah simbol perjuangan tanpa menyerah. Keterbatasan bukan penghalang selama kita punya pola pikir kuat dan kemauan untuk maju,” tegasnya.

Kepada generasi muda, ia berpesan agar terus mengembangkan potensi dan tidak takut mencoba hal baru. “Perempuan muda harus punya skill tambahan. Selama berani melangkah, cita-cita setinggi langit pun bisa dicapai,” tutupnya. (uma/iza)