Figur  

Perempuan Harus Berani dan Berdaya

PURWOREJO, Joglo Jateng – Menjadi politikus, apalagi menduduki kursi legislator, tidak pernah terlintas dalam benak Estri Utami Setyowati. Arsitek lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengaku terjun ke dunia politik dalam “keadaan darurat”.

Dilantik pada 14 Agustus 2024 bersama 44 anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Estri kemudian dipercaya menjadi satu-satunya Wakil Ketua DPRD perempuan pada periode 2024–2029. Keputusan maju pada Pileg 2024 ia ambil lantaran sang suami, Yophi Prabowo, tidak ikut kontestasi karena bersiap maju sebagai calon bupati.

Sebagai legislator perempuan, ibu dua anak itu menjadikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai fokus utama perjuangannya. Estri mendorong kebijakan anggaran yang lebih berpihak pada perempuan, mulai dari pelatihan keterampilan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan guru PAUD, hingga pemenuhan hak anak di usia emas.

“Saya fokus pada kebijakan anggaran untuk pemberdayaan perempuan dan anak, melalui pelatihan keterampilan, perlindungan perempuan, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan guru PAUD,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Untuk memperkuat arah tersebut, Estri turut memperjuangkan peningkatan belanja modal daerah, terutama untuk rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru di tingkat TK, SD, dan SMP. Ia juga mendorong kenaikan tunjangan kinerja guru PAUD, pengembangan UMKM perempuan, hingga beasiswa pendidikan.

Namun, ia menilai belanja daerah Purworejo saat ini belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan perempuan dan anak.

“Persentasenya masih sedikit, sekadar memenuhi standar minimal PBG. Anggaran masih didominasi proyek fisik. Jika ada kegiatan pemberdayaan, sering kali outcome-nya kurang berdampak, tidak berkesinambungan, dan kurang sinergi antar-OPD,” tegasnya.

Alumni SMAN 1 Yogyakarta itu berharap ke depan kebijakan anggaran lebih fokus, berkelanjutan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Misalnya anggaran perlindungan perempuan, bansos untuk perempuan kepala keluarga, bantuan usaha khusus perempuan, atau dukungan bagi anak putus sekolah,” kata Estri yang lahir 9 September 1981.