KENDAL, Joglo Jateng – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Kendal menjadi momentum evaluasi besar bagi wajah pendidikan di daerah tersebut. Terdapat dua isu krusial yang menjadi sorotan utama, yakni urgensi penanganan perundungan (bullying) di sekolah dan ketimpangan kucuran dana untuk fasilitas madrasah.
Terkait maraknya isu kekerasan di lingkungan sekolah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal Mahfud Sodiq secara tegas menekankan pentingnya perbaikan kurikulum yang komprehensif.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri upacara peringatan Hardiknas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Cepiring pada Sabtu (2/5/2026). Ia menilai, pendidikan tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik, tetapi mutlak memperkuat pilar moral dan etika.
“Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik harus menjadi perhatian serius, karena guru adalah ujung tombak dalam proses pendidikan,” kata Mahfud.
Ketua DPRD Kendal tersebut juga menyoroti percepatan perubahan di berbagai sektor, termasuk teknologi dan transportasi. Dinamika zaman ini menuntut kesiapan kompetensi guru agar proses pembelajaran tetap relevan serta sukses menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan.
Ketimpangan Bantuan Madrasah
Di sisi lain, pekerjaan rumah bidang pendidikan juga datang dari persoalan infrastruktur keagamaan. Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal Suciptono, mengungkap fakta masih adanya “anak tiri” dalam penyaluran bantuan pemerintah.
Pihaknya menyoroti masih minimnya pemerataan bantuan madrasah jika disandingkan dengan kucuran dana untuk sekolah umum negeri.
“Program revitalisasi ini membuka peluang pemerataan bantuan bagi semua lembaga pendidikan. Namun karena sebagian bantuan Kementerian Agama (Kemenag) masih ditangani di pusat, jangkauannya belum sepenuhnya merata,” jelasnya.
Padahal, pengurus Ma’arif NU Kendal ini menyebut bahwa tren integrasi pendidikan agama Islam dan kurikulum umum di wilayahnya terus mengalami lonjakan peminat.
“Perkembangan pendidikan diniyah dan pondok modern saat ini sangat pesat, bahkan integrasi antara pondok dan sekolah membuat minat masyarakat terus meningkat,” terangnya. (ags/ree/rds)










