Kejurda Pencak Silat Pelajar Banjarnegara Diikuti 854 Atlet dari 173 Sekolah

PEMBUKAAN: Ketua Umum IPSI Banjarnegara memukul gong pembukaan Kejurda Pencak Silat Pelajar Banjarnegara 2026 bersama Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dindikpora Banjarnegara, dan didampingi jajaran IPSI serta KONI Banjarnegara, Selasa (12/5/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Pelajar Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 diikuti 854 atlet dari 173 sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan yang digelar IPSI Kabupaten Banjarnegara ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Ketua Umum IPSI Kabupaten Banjarnegara, Sri Rahayu mengatakan, Kejurda ini tidak hanya mencari para juara. Kegiatan ini juga menjadi tolak ukur perkembangan latihan para atlet yang selama ini dibina di sekolah maupun perguruan pencak silat.

“Sekaligus ajang pra-Popda untuk menuju Popda kabupaten. Dari sini nanti akan terlihat atlet-atlet yang siap naik ke jenjang berikutnya untuk mewakili Banjarnegara,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Para peserta diminta memanfaatkan momen tersebut sebagai ruang pembelajaran untuk membangun mental bertanding, kedisiplinan, serta sportivitas. Karakter seorang atlet, lanjut Yayuk, tidak hanya dibentuk dari kemenangan, tetapi juga konsistensi latihan dan sikap selama bertanding.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memiliki mental juara. Mental itu dibangun dari latihan yang rutin, disiplin waktu, berani menghadapi tantangan, dan tetap menghormati lawan maupun keputusan wasit dan juri,” jelasnya.

Anggota DPRD Banjarnegara itu melihat, tingginya jumlah peserta menunjukkan pembinaan pencak silat pelajar di daerahnya terus berkembang.

“Jumlah peserta tahun ini cukup besar. Ini menunjukkan sekolah dan perguruan memiliki semangat untuk terus membina atlet,” tambahnya.

“Semoga dari kejuaraan ini lahir pesilat-pesilat terbaik yang nantinya membawa nama Banjarnegara di tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dindikpora Banjarnegara, Suhardi menuturkan, tingginya partisipasi peserta menjadi indikator meningkatnya minat dan pembinaan olahraga pencak silat di daerah.

“Partisipasi lebih dari 800 atlet ini merupakan capaian yang sangat baik. Artinya, pencak silat masih menjadi cabang olahraga yang diminati dan pembinaannya berjalan di sekolah maupun perguruan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, pelaksanaan Popda tahun 2026 dilakukan melalui dua mekanisme, yakni cabang olahraga yang langsung menuju tingkat kabupaten dan cabang yang diawali melalui pra-Popda. Pencak silat menjadi salah satu cabang yang melalui tahap seleksi tersebut.

“Para atlet yang tampil di Kejurda ini nantinya akan dipersiapkan untuk Popda Kabupaten Banjarnegara yang dijadwalkan pada 18 sampai 24 Juni 2026. Selanjutnya, atlet terbaik akan mewakili daerah pada Popda tingkat Jawa Tengah yang berlangsung September mendatang,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kata Suhardi, terus mendukung pembinaan pencak silat. Dukungan tersebut termasuk memberikan fasilitasi penuh bagi atlet yang lolos mewakili daerah di tingkat provinsi. (mhd/bid/rds)