SEMARANG, Joglo Jateng – Memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE, Vihara Tanah Putih bersama Keluarga Buddhis Theravada Indonesia kembali menggelar Kids Vesak Fest 2026 di The Park Mall Semarang, Rabu (27/5/2026). Agenda tahunan tersebut menjadi ruang kreativitas sekaligus sarana menanamkan nilai kebersamaan bagi anak-anak Buddhis di Jawa Tengah dan DIY.
Festival menghadirkan berbagai perlombaan anak, mulai story telling, menyanyi, hingga lomba mewarnai. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempererat relasi antaranak dari berbagai daerah sekaligus menjadi wadah pengembangan minat dan bakat generasi muda Buddhis.
Ketua Panitia Kids Vesak Fest 2026, Hellen Lee mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dikemas lebih menarik agar anak-anak dapat mengenal ajaran Buddha melalui aktivitas kreatif dan menyenangkan. Menurutnya, festival juga menjadi ajang mempertemukan anak-anak Buddhis dari berbagai wilayah.
“Anak-anak jadi bisa saling kenal, menjalin kebersamaan, sekaligus menyalurkan minat dan bakat mereka melalui berbagai perlombaan,” ujarnya di sela kegiatan.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Grobogan, Pati, Salatiga, Magelang, hingga sejumlah wilayah lain di Jateng dan DIY. Total peserta dan pengunjung yang hadir sekitar seribu orang, di mana sekitar 800 anak mengikuti perlombaan serta turut meramaikan festival.
Selain perlombaan, kegiatan juga diisi dengan pengenalan nilai-nilai Buddhis melalui tema Sasa Jataka yang diangkat dalam festival tahun ini. Tema tersebut diambil dari kisah kehidupan lampau Sang Buddha yang mengajarkan pengorbanan dan kemurahan hati kepada sesama.
Perwakilan Vihara Tanah Putih, Atthasilani Gunanandini mengatakan, Kids Vesak Fest menjadi ruang penting bagi anak-anak sekolah minggu Buddhis untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman spiritual sejak dini.
“Anak-anak belajar tentang kerelaan hati, berbagi, dan membantu sesama melalui cerita-cerita Buddhis yang dikenalkan dalam kegiatan ini,” katanya.
Ia menjelaskan, tema Waisak tahun ini mengusung semangat “Bersumbangsih bagi Negeri”. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak menanamkan nilai kebajikan melalui berbagai aktivitas, mulai dari berdana makanan kepada bhante hingga pelepasan makhluk hidup ke alam bebas sebagai simbol cinta kasih.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Ika Setyorini (32), menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi anak-anak. Menurutnya, festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membantu melatih keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di depan umum.
“Anak jadi belajar percaya diri dan berani ikut berpartisipasi. Harapannya kegiatan seperti ini terus ada setiap tahun,” paparnya. (hfh/amd/rds)










