KUDUS, Joglo Jateng – Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu (PAW) Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, memasuki tahap penyaringan bakal calon pada Kamis (18/6/2026) di Gedung Muslimat NU.
Sebanyak lima bakal calon kepala desa bersaing untuk memperebutkan tiga posisi yang berhak melaju ke pemungutan suara tahap akhir.
Proses musyawarah desa (musdes) berlangsung diikuti 170 peserta yang memiliki hak suara dari berbagai unsur masyarakat desa.
Tahapan ini menjadi bagian awal untuk menyeleksi lima bakal calon menjadi tiga calon kepala desa PAW.
Camat Jati, Zainuddin mengatakan, seluruh tahapan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun panitia. Pada malam sebelumnya juga sudah dilaksanakan gladi.
Lima bakal calon yang mengikuti proses penyaringan yakni Noor Fais, Candra Hermanto, M. Wahyu Saputro, Selamet, dan Subarkah.
Karena jumlah bakal calon lebih dari tiga orang, panitia harus melaksanakan tahapan penyaringan tambahan sebelum masuk pemilihan akhir.
“Karena bakal calonnya ada lima orang, maka kita melaksanakan seleksi tambahan untuk mengeliminasi dari lima menjadi tiga calon. Setelah diperoleh tiga suara terbanyak, mereka akan ditetapkan sebagai calon kepala desa antarwaktu yang mengikuti pemilihan tahap berikutnya,” jelasnya.
Ia menerangkan, dalam PAW Desa Loram Kulon dilakukan dua kali pemungutan suara dalam satu rangkaian kegiatan. Yang pertama untuk mengeliminasi lima calon menjadi tiga calon.
Setelah itu, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemilihan untuk menentukan kepala desa PAW terpilih.
Peserta musdes yang memiliki hak suara berasal dari berbagai unsur masyarakat yang telah ditetapkan sesuai ketentuan.
Mereka terdiri dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Selain itu ada perwakilan perempuan, lembaga kemasyarakatan desa, hingga kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
Usai proses penyaringan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah desa pemilihan kepala desa antarwaktu yang diikuti tiga calon dengan perolehan suara tertinggi.
Zainuddin berharap proses demokrasi desa tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang mampu diterima seluruh masyarakat.
“Harapannya tentu menghasilkan kepala desa yang benar-benar dicintai oleh warganya. Siapa pun yang terpilih nantinya bisa merangkul seluruh bakal calon yang lain dan menghadirkan pelayanan terbaik serta kemajuan bagi Desa Loram Kulon,” pungkasnya. (uma/fat/rds)










