KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus saat peluncuran rangkaian Women’s Soccer Trilogy, Minggu (21/6/2026), yang menjadi awal dari sederet kompetisi sepak bola putri berskala nasional hingga internasional.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara simbolis membuka ajang tersebut. Setelah seremoni pembukaan, para peserta diajak menggiring bola mengelilingi kawasan alun-alun sebagai simbol dimulainya rangkaian kompetisi yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
Women’s Soccer Trilogy menjadi program pembinaan sepak bola putri berjenjang yang dirancang untuk menjaring talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini diawali dengan MilkLife Soccer Challenge (MSC) All-Stars pada 23 hingga 28 Juni 2026, dilanjutkan Hydroplus Soccer League All-Stars pada 5 hingga 12 Juli 2026, dan ditutup melalui Srikandi Merdeka Cup pada Agustus mendatang.
Bellinda mengatakan, penyelenggaraan kompetisi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan efek positif bagi perekonomian daerah. Kehadiran atlet, ofisial, keluarga peserta, hingga wisatawan diperkirakan mampu menggerakkan berbagai sektor usaha lokal.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Kudus sebagai tuan rumah menjadi bukti bahwa daerah ini semakin diperhitungkan dalam pengembangan olahraga nasional. Selain pembinaan atlet, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara dunia olahraga dan sektor ekonomi menjadi peluang besar untuk memperkuat citra Kudus sebagai destinasi sport tourism. Hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM diperkirakan akan merasakan dampak langsung dari tingginya mobilitas peserta dan pengunjung selama turnamen berlangsung.
Sementara itu, Program Director MSC, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa Women’s Soccer Trilogy dirancang sebagai jalur pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola putri usia dini. Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga wadah pencarian bibit atlet potensial untuk level yang lebih tinggi.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan ekosistem pembinaan yang berkesinambungan. Anak-anak yang tampil di sini memiliki peluang untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” pungkasnya. (adm/rds)










