SEMARANG, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayahnya agar tetap kondusif, menyusul munculnya dinamika terkait rencana pembangunan rumah ibadah di Kota Solo. Pemerintah memastikan setiap potensi gesekan sosial akan ditangani melalui pendekatan dialog dan koordinasi lintas pihak.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa kondisi toleransi di Jawa Tengah secara umum masih dalam keadaan baik, meski tetap diperlukan kewaspadaan terhadap potensi konflik di lapangan.
“Toleransi di Jawa Tengah itu masih bagus,” tegas Luthfi saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Ia menekankan bahwa penyelesaian setiap persoalan terkait pendirian rumah ibadah harus mengedepankan komunikasi yang terbuka dan tidak memicu perpecahan di masyarakat.
Menurutnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memiliki peran penting dalam memfasilitasi dialog antarkelompok agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan proporsional.
“Kalau ada penolakan, maka FKUB kita kedepankan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo serta instansi terkait untuk segera melakukan klarifikasi di lapangan guna menghindari munculnya kesalahpahaman di masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi isu yang dapat memperkeruh situasi sosial di wilayah tersebut.
“Kemudian dari Kesra (Kesejahteraan Rakyat) juga sudah kita perintahkan untuk melakukan klarifikasi,” sambungnya.
Sebelumnya, perhatian publik muncul setelah adanya aksi penolakan dari sebagian warga yang tergabung dalam Komunitas Umat Islam Banyuanyar di sekitar lokasi rencana pembangunan gereja di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, yang kemudian ramai beredar di media sosial. (hfh/iza/rds)










