BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Banyaknya warga dari kelompok rentan ekonomi, seperti lansia dan penyandang disabilitas yang belum memiliki KTP elektronik (e-KTP) menjadi ganjalan utama. Khususnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga jaminan kesehatan di tingkat desa.
Merespons kendala tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banjarnegara mengambil langkah proaktif. Mereka menggelar aksi Jemput Bola (Jembol) perekaman data kependudukan secara langsung ke rumah-rumah warga di Desa Sambong, Kecamatan Punggelan.
Aksi nyata ini menjadi jembatan penting bagi warga dengan keterbatasan fisik maupun transportasi. Tujuannya agar hak-hak mereka sebagai warga negara tetap terpenuhi dan terintegrasi dalam sistem digital pemerintah.
Plt Kepala Dindukcapil Kabupaten Banjarnegara, Anang Sutanto menegaskan, program Jembol ini merupakan agenda rutin mingguan. Yakni untuk menyisir warga yang kesulitan mendatangi kantor kecamatan maupun dinas resmi.
“Kami langsung turun ke rumah-rumah warga yang mengalami kesulitan transportasi, lansia, maupun penyandang disabilitas,” kata Anang kepada Joglo Jateng, belum lama ini.
Anang menambahkan, pembaruan dari KTP atau Kartu Keluarga (KK) model lama ke administrasi berbasis elektronik (e-KTP) sangat krusial. Hal ini agar masyarakat miskin tidak terhambat saat proses verifikasi data penerima bantuan ekonomi.
“Ternyata masih banyak warga yang memakai dokumen lama. Dari hasil penyisiran hari ini, kami langsung mengevaluasi dan memastikan mereka memang layak mendapatkan bansos,” tambahnya.
Pihaknya juga meminta kerja sama aktif dari aparat di tingkat bawah. Mereka diminta melakukan pemetaan dan pelaporan berkala jika ada warga rentan di wilayahnya yang membutuhkan layanan serupa.
“Kami meminta pihak kecamatan dan desa segera mendata warganya yang berkebutuhan khusus. Jika tidak memungkinkan datang ke kecamatan, laporkan ke Dindukcapil agar kami bisa melayani sampai ke tingkat bawah,” tegas Anang.










