KENDAL, Joglo Jateng – Debit air di Bendung Juwero, Kabupaten Kendal mulai mengalami penurunan seiring memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut membuat distribusi air irigasi ke sejumlah wilayah diatur secara bergiliran.
Langkah ini dilakukan agar seluruh daerah layanan tetap memperoleh pasokan air secara merata. Petugas Operasional Bendung Juwero, Arfiyanto mengatakan, debit sungai yang masuk ke bendungan saat ini mencapai sekitar 9,6 meter kubik per detik.
“Debit tersebut kami bagi ke saluran kanan dan kiri, masing-masing sekitar 4,8 meter kubik per detik,” ujar Arfiyanto didampingi Ahmad Munhamir, Rabu (15/7/2026).
Menurut Arfiyanto, apabila musim kemarau berlangsung lebih lama tanpa hujan di wilayah hulu, debit air berpotensi terus menurun. Ia menyebut, kondisi saat ini masih lebih baik dibandingkan musim kemarau ekstrem sekitar lima tahun lalu.
Kala itu, total debit Bendung Juwero hanya berkisar di angka 5 meter kubik per detik. Saat debit air mencapai titik tersebut, masing-masing saluran irigasi hanya menerima sekitar 2,5 meter kubik per detik.
Akibatnya, kebutuhan air di wilayah hilir tidak dapat terpenuhi secara bersamaan. “Saat debit sekecil itu, kebutuhan di bawah tidak mencukupi. Petugas di pintu pembagi harus mengatur giliran air agar semua wilayah tetap mendapat bagian,” katanya.
Arfiyanto menjelaskan, air dari Bendung Juwero disalurkan untuk mengairi lahan pertanian di beberapa titik melalui sejumlah pintu pembagi. Titik tersebut di antaranya lahan di Kecamatan Ringinarum, Gemuh, sebagian Kangkung, Cepiring, Patebon, serta Pegandon dan wilayah sekitarnya.
Ia menegaskan, petugas bendung tidak dapat menambah debit air apabila pasokan dari wilayah hulu berkurang. “Kalau debit dari hulunya kecil, kami tidak bisa membesarkan aliran,” tegasnya.
“Yang bisa dilakukan hanya mengatur pembagiannya supaya semua daerah layanan tetap mendapatkan air,” imbuh Arfiyanto.
Pihak bendung berharap hujan segera turun di kawasan hulu sehingga debit air Bendung Juwero kembali meningkat. Dengan bertambahnya pasokan air, kebutuhan irigasi untuk lahan pertanian, terutama tanaman padi dapat kembali terpenuhi. (ags/ree/rds)










